Harga Cabai Rawit di Kota Tasik Dorong Inflasi

31
0
Loading...

KOTA TASIK – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya merilis Indeks Harga Konsumen Kota Tasik pada Januari 2021.

Hasilnya, terjadi inflasi sebesar 0,25 persen (mtm) di Kota Tasik pada awal tahun ini.

Angka itu sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,26 persen (mtm).

Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Darjana mengatakan, dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan adalah 1,69 persen (yoy).

Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,35 persen (yoy).

loading...

Terjadinya inflasi pada awal tahun ini dipicu peningkatan konsumsi rumah tangga seiring dengan pemulihan ekonomi.

“Pada tingkat nasional, inflasi Januari 2021 tercatat 0,26 persen (mtm) atau 1,55 persen (yoy),” kata dia melalui keterangan resminya kepada wartawan, Kamis (04/02) siang.

Darjana menerangkan, inflasi di Kota Tasik pada Januari 2021 terutama berasal dari kenaikan harga cabai rawit.

Produksi yang masih terbatas di saat curah hujan tinggi membuat harga cabai mengalami kenaikan.

Ia menjabarkan, harga cabai rawit di pasar induk Kota Tasikmalaya pada akhir Januari 2021 terpantau pada kisaran Rp73 ribu per kilogram atau mengalami inflasi 36,95 persen (mtm).

Selain itu, lanjut dia, kenaikan harga juga terjadi pada tahu mentah akibat kenaikan harga kedelai dunia.

Diketahui, pada Januari harga kedelai secara nasional sempat memgalami kenaikan.

Sedangkan di luar bahan makanan, tekanan inflasi berasal dari rokok kretek filter sejalan dengan kenaikan cukai rokok sebesar 12,5 persen.

Terakhir, tarif rumah sakit dan tukang bukan mandor juga mengalami kenaikan harga sesuai pola historis kenaikan harga di awal atau akhir tahun yang menyesuaikan dengan kenaikan UMK.

Dia menambahkan, kelompok bahan makanan menunjukan penurunan harga didukung pasokan yang tercukupi.

Kebutuhan seperti pada telur ayam ras, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, dan tomat, mengalami penurunan.

“Harga telur ayam ras terpantau sudah dua bulan mengalami deflasi, yakni sebesar -12,18 persen (mtm) pada bulan Desember 2020 dan -5,53 persen (mtm) pada bulan Januari 2021,” tambahnya.

Darjana mengimbau masyarakat dapat mengoptimalkan penanaman hortikultura di pekarangan rumah untuk menghadapi keterbatasan pasokan cabai dari daerah sentra.

Menurut dia, komoditas cabai rawit termasuk hortikultura yang dapat dibudidayakan secara mandiri oleh rumah tangga menggunakan polybag.

“Dengan demikian, rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa bergantung pada pasar, serta dapat menjadi kegiatan produktif rumah tangga,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.