Harga Cabe di Pangandaran Masih “Pedas”

31
0
PASAR. Harga cabe rawit di pasar tradisional saat ini kembali turun setelah sempat naik signifikan. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
PASAR. Harga cabe rawit di pasar tradisional saat ini kembali turun setelah sempat naik signifikan. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Harga cabe rawit yang sempat mencapai Rp 88 ribu per kilogramnya tiga hari lalu kini berangsur turun. Harganya di kisaran Rp 70 ribu per kilogram.

“Memang turunya tidak signifikan, tapi lumayan ada penurunan Rp 18 ribu. Mudah-mudahan kedepanya bisa sampai Rp 40 ribu atau Rp 30 ribu,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida kepada Radar, Rabu (13/1).

Namun dirinya tidak menjamin harga akan stabil. Kemungkinan akan fluktuatif atau naik turun. “Ya semua tergantung pasokan juga,” jelasnya.

Alasannya, kata Tedi, karena musim penghujan banyak tanaman cabe di daerah penghasil terserang virus yang tidak bisa ditanggulangi. “Sehingga produksinya hanya sampai 50 persen,” kata dia.

Baca juga : Harga Cabe Rawit di Pangandaran Mahal

Menurutnya, tanaman cabe rawit jadi kering dan busuk sebelum masa panen. “Jadi belum juga matang, tanaman sudah busuk, kering dan mati,” ucapnya.

Itu sebabnya pasokan ke Kabupaten Pangandaran berkurang drastis dan harganya jadi melonjak. “Pangandaran belum bisa memenuhi kebutuhan sayuran dan bumbu dapur sendiri, hampir semuanya dipasok dari luar,” katanya.

Salah seorang pembeli Nina Herlina (34) mengaku tidak membeli cabe rawit per kilogram. “Ya paling seperempat atau setengah kilo saja, soalnya mahal,” katanya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.