Harga Jual Murah, Peternak Ayam Petelur Menjerit..

50
0
PANEN. Hendra Permana mengambil telur di kandang ayam miliknya di Kecamatan Kadungora, Kamis (4/2/2021).
Loading...

KADUNGORA – Para peternak ayam petelur di Kabupaten Garut mengeluh. Harga jual telur ayam murah. Hal ini terjadi setelah adanya serbuan telur dari wilayah Jawa Timur.

“Saat ini harga telur lokal Garut lagi anjlok, karena banyak telur dari luar. Kondisi harganya juga tidak stabil dan permintaan telur lokal juga berkurang,” ujar Ketua Paguyuban Peternak Ayam Petelur Garut (PPAPG) Hendra Permana kepada wartawan di Kecamatan Kadungora, Kamis (4/2/2021).

Hendra mengatakan saat ini harga telur lokal Garut di peternak berkisar Rp 20 ribu. Sedangkan harga telur dari luar Garut, kiriman dari Jawa Timur itu lebih murah, yakni sekitar Rp 17 ribu.

“Akibat serbuan telur dari luar kota itu para peternak ayam petelur di Garut hanya bisa gigit jari, karena tak bisa menyamakan harga jual dengan telur dari Jawa Timur,” ujarnya.
Hendra meminta pemerintah segera turun tangan. Peternak di Garut tak bisa bersaing jika harga jual jauh lebih murah.

“Padahal harga pakan ayam saat ini sedang naik. Dari biasanya kurang dari Rp 300 ribu per karung (isi 50 kilogram), menjadi Rp 315 ribu per karungnya,” katanya.

loading...

Para pedagang di pasar, lanjut Hendra, menginginkan harga jual telur lokal sama dengan harga telur dari Jawa Timur. Hal itu tak bisa dilakukan karena peternak akan semakin merugi. “Bisa beda harga mungkin dari soal pakan. Di luar Garut bisa lebih murah harga (pakan),” terangnya.

Hendra menyebut ketersediaan bahan baku untuk pakan dari jagung dari Garut sulit didapat. Padahal Garut jadi salah satu daerah sentra jagung di Jawa Barat.

“Jadi banyak jagung itu dijual ke luar Garut. Sedangkan bagi kami sulit mendapatkan jagung untuk pakan. Akibatnya terpaksa beli pakan dari luar,” tambahnya.

Dengan perbedaan harga telur tersebut, pesanan telur lokal menjadi sepi. Padahal dari segi kualitas, ia menjamin telur lokal lebih bagus.

Ia meminta pemerintah untuk segera turun tangan. Jika dibiarkan berlarut-larut, para peternak bisa gulung tikar. Di PPAG tergabung 200 peternak yang mengeluhkan soal harga jual telur lokal. “Saya saja punya 1.200 ayam petelur. Per bulan itu butuh 16 ton pakan,” ujarnya. (yna)

Baca juga : Kawasan Kota Garut Akan Dipercantik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.