Harga Kedelai di Kota Tasik tak Sesuai Kemendag, Ini Hasil Sidak..

38
0
radartasikmalaya.com
Kadisperindagkop UMKM Kota Tasik, Firmansyah (duduk), Kadis Pertanian (belakang) dan dari kepolisian saat sidak ke salah satu distributor kedelai, Senin (11/01) siang. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

TASIK – Tim Pengendali Implasi Daerah (TPID) Kota Tasik melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ketersediaan dan harga kedelai, Senin (11/01) siang.

Sidak dilaksanakan ke beberapa tempat yang merupakan distributor kedelai, seperti di Kecamatan Indihiang dan di Pasar Cikurubuk.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasik, Firmansyah mengatakan, sidak tersebut guna memastikan penyebab kenaikan harga kedelai dan juga stok.

“Hasil sidak kami melihat bahwa stok kedelai 60 sampai 80 ton, untuk disalurkan ke pemasok dan pengrajin tahu dan tempe,” katanya kepada wartawan di sela-sela sidak.

Terang dia, untuk harga kedelai saat ini Rp9.000 per kilogram kedelai.

Loading...

Hanya saja bila mengacu kepada peraturan Kementerian perdagangan secara global hanya Rp6.800 per kilogram.

“Setelah kami klarifikasi kenaikan harga itu karena harga beli dari suplayer pusat dijual dengan harga Rp 8.700 per kilogram,” terangnya.

“jadi ini harus kita cek penyebab kenaikan harga suplayer pusat, karena tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag),” sambungnya.

Dengan kenaikan harga kedelai ini, tambah dia, harus dicek lebih lanjut harga jual distributor kepada pengecer atau perajin, apakah lebih tinggi dari harga dasar keputusan pemerintah pusaylt.

“Atau memang mengikuti harga suplier ini,” tambahnya.

Semua mengetahui bahwa saat ini, kata dia, kedelai kualitas impor ada pembatasan, karena pengiriman kedelai dari Amerika ini lebih mengutamakan ke Cina.

“Sehingga menimbulkan permasalahan dalam pengadaannya dan masalah lainnya untuk pengiriman ke wilayah Asia khususnyan Asia Tenggara,” ujarnya.

“Ini harus kita cek apalagi secara Nasional harga kedelai ini mengalami kenaikan,” tambahnya.

Akhirnya tim TPID akan memastikan dan menelusuri penyebab kenaikan itu, apakah oleh suplayer, diteributor pengencer dan lainnya.

“Bisa terjadi juga harga impor ke suplayer dinaikkan, itupun bisa terjadi karena adanya pembatasan kuota tadi,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasik, Tedi Setiadi menuturkan, kebutuhan kedelai setiap satu bulan sebanyak 520, ton.

Sedangkan untuk ketersediaan atau stok memang banyak.

“Untuk pembuatan tahu dan tempe, Kota Tasikmalaya ini masih mengandalkan kedelai impor dari Amerika, dengan alasan kualitas tempenya lebih bagus,” ungkapnya.

Sedangkan, tukas Tedi, jika menggunakan kedelai lokal, kualitasnya tidak bagus.

“Makanya kebutuhan kedelai impor ini sangat tinggi untuk dijadikan olahan tempe dan tahu,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.