Hari Ini 2.850 Warga Kota Tasik Dibagi Sembako, Ini Hitungannya..

7980
13
grafis: niz / radar tasikmalaya

TASIK – Hari ini (24/4), bantuan yang ditunggu-tunggu warga Kota Tasikmalaya disalurkan. Sebanyak 2.850 Kepala Rumah Tangga Sasaran (KRTS) berhak mendapat bantuan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.

Bantuan sendiri berupa uang tunai senilai Rp 150.000 dan sembako seperti beras 10 kilogram, makanan kaleng 2 kilogram atau 4 kaleng, gula 1 kilogram, minyak 2 liter, terigu 1 kilogram, vitamin c 1 paket dan 16 buah mie instan 16 dengan total sebesar Rp 350.000.

Baca juga : 15 Pemuda & 2 Wanita Warga Indihiang Tasik Pesta Miras Digelandang Polisi

Pendistribusian sendiri, akan dilaksanakan secara simbolis oleh Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman di Kantor Pos Tasikmalaya Jalan Otto Iskandardinata No 39.

“Hari ini, hanya akan dilaksanakan simbolisnya saja, nantinya pendistribusian uang dan sembako tersebut akan dikirimkan langsung oleh petugas pos dan ojek online,” ujar Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya H Muhammad Firmansyah yang ditemui usai kegiatan launching Pasar Cikurubuk Online di KpW BI Tasikmalaya Kamis (24/4).

Dia menjelaskan mekanisme pendistribusian dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Pos dan Bulog.

Nantinya, PT Pos menyalurkan uang tunai dengan mekanisme seperti penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari program Kementerian Sosial. “Sementara bantuan sembakonya, diantar ojek online ke tempat masing-masing penerima. Jadi penerima bantuan cukup menunggu di rumah saja,” ujar Firman.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan Pemkot sejauh ini sudah mengusulkan sekitar 107.000 KK, untuk mendapatkan alokasi dari berbagai jalur distribusi bantuan. Semua usulan dari berbagai instansi yang mengordinir bantuan, diverifikasi dan didata Dinas Sosial (Dinsos) berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Informasinya hari ini (kemarin, Red) finalisasi verifikasi data usulan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ketika ada distribusi, yang belum dapat dimohon bersabar. Sebab bantuan akan dilakukan beberapa gelombang,” kata Budi.

Pemkot, sambung Budi, sejatinya sudah melakukan pendataan yang dihimpun dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan disampaikan ke pusat maupun provinsi. Supaya segera mendapatkan kucuran bantuan bagi warga terdampak Covid-19. “Kita sudah data melalui RW, kelurahan dan kecamatan secara berjenjang. Sabar, tunggu waktu saja. Ini DTKS dulu, lainnya sabar,” harapnya.

Budi menambahkan pada prinsipnya Pemkot sudah mengalokasikan anggaran untuk menutupi bantuan bagi masyarakat yang tidak masuk dalam alokasi bantuan pusat dan Provinsi Jawa Barat.

“Kita imbau juga, bantuan ini tidak berarti semuanya dapat. Yang betul sesuai kriteria, kalau orang mampu tidak perlu mendapatkan bantuan,” katanya.

“Bantuan dari Pemkot pun sementara ini rencananya disamakan dengan provinsi sebesar Rp 500.000, kami melalui Dinsos tengah mendata supaya akurat berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” sambung Budi.

Dinas Sosial Kota Tasikmalaya telah mendata warga Kota Tasik yang terdampak Covid-19. Jumlahnya mencapai ratusan ribu kepala keluarga (KK).

“Hingga hari ini kami telah mendata, total kepala keluarga yang akan menerima bantuan baik dari kementerian, provinsi, hingga Pemerintah Kota Tasikmalaya mencapai 179.986,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya H Nana Rosadi kepada Radar, Rabu (22/4).

Nana merinci jumlah penerima bantuan itu diantaranya penerima PKH sebanyak 34.938 KK, penerima sembako awal 9.709 KK, dan untuk perluasan penerima sembako mencapai 19.327.

Bantuan stimulasi KPM Graduasi sebanyak 139 KK. Ini khusus bagi penerima manfaat atau KPM PKH yang sudah bisa lepas dari program bansos yang selama ini diberikan pemerintah menjadi prasejahtera, namun dinilai masih rawan sehingga kembali dibantu.

Selanjutnya, bantuan dari Kemensos Non DTKS sebanyak 10.698 KK dan dari APBD Provinsi untuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 2.849 KK dan non DTKS 92.094.

Berikutnya dari bantuan APBD Kota Tasikmalaya sebanyak 10 persennya, yakni 10.232 KK.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, ujar Nana, mencanangkan gerakan nasi kotak dalam rangka bantuan sosial kemasyarakatan. Jumlahnya mencapai 15.000 bungkus. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada warga yang kelaparan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita ikut seperti di provinsi, hanya beda namanya saja. Di Provinsi Jabar namanya gerakan nasi bungkus (Gasibu), sementara di kita namanya gerakan nasi kotak (Gertak). Jadi kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak Covid-19 cukup tinggi,” ucapnya.

Nana menjelaskan besaran bantuan dari pusat mencapai Rp 600.000 berupa uang tunai, dari Provinsi Jabar sebesar Rp 500.000 dengan rincian Rp 350.000 berupa sembako dan Rp 150.000 berupa uang tunai.

Pemkot pun tidak tinggal diam, akan memberikan bantuan juga bagi warga terdampak Covid-19. Rencana besarannya akan disamakan dengan bantuan provinsi.

“Rencana awal bantuan itu Rp 200.000 setiap KK-nya. Namun dikhawatirkan akan terjadi konflik yang tidak diinginkan, maka akan ditambah besarannya dan disamakan dengan bantuan dari pemerintah provinsi,” ucapnya.

Baca juga : Pemkab Tasik Beli Kendaraan Rp7,5 M, Damkar & Truk Sampah Masih Kekurangan

Nana menambahkan tidak menutup kemungkinan penerima bantuan bagi warga terdampak Covid-19 akan terus bertambah dan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 tersebut kemungkinan akan diberikan hingga 3 bulan ke depan.

Tentunya Pemerintah Kota Tasikmalaya harus menyiapkan anggaran mencapai puluhan miliar untuk membantu para terdampak Covid-19. “Kemungkinan final untuk penyaluran bantuannya setelah tanggal 25 April besok. Tapi kita masih menunggu informasi selanjutnya,” kata Nana menambahkan. (igi/obi)

Loading...
loading...

13 KOMENTAR

  1. Udah ngajuin ko ga ada ya, tolong lebih diperhatikan lagi ya hehe
    Daerah Jl. Babakan Payung 3 Gg. Mesjid No. 20 ya

  2. Tapi di daerah aku udah ada yg kebagian sebagianya baru 2 orang yg kebagiannya. Apakah semuanya akan kebagian? Apa gimana?

  3. Mudah mudahan benar terealisasi pada semua warga yang benar lagi membutuhkan akubat wabah civid-19, apalagi yang kena dampak penghasilan minim. Warga begutu antusias menunggu bantuan ini.

  4. Mna bantuan th jdi pemimpin th menang milih rakyat bukn di lotre cobalah prioritaskn rakyat mu…ke klurahan saya blm ada bntuan apa”terutama kampung sya …apalagi sya gk kerja perlu mkn tolong dong di mengerti pk wali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.