Hari Ini, 4.160 Santri Ikut PBSB

86
0

JAKARTA – Sebanyak 4.160 santri seluruh Indonesia akan mengikui Tes seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).

Tes yang dilaksanakan hari ini (18/6), dilakukan berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). Para santri akan merebutkan 170 kuota beasiswa PBSB.

Kasubdit Pendidikan Pesantren Basnang Said mengatakan pendaftaran dilakukan secara online atau dalam jaringan. Dijelaskanya, sebanyak 11.269 santri dari 1.375 pondok pesantren mendaftar. Setelah dilakukan validasi, sebanyak 4.160 dinyatakan lolos mengikuti validasi.

“Proses Validasi dilakukan berdasarkan ranking dengan kriteria prestasi, raport, piagam juara Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), jumlah juz tahfizh Al-Quran, serta kondisi ekonomi keluarga santri,” terang Basnang, Senin (17/6).

Menurut Basnang, untuk ikut CBT PBSB, santri harus membawa berkas pendaftaran online yang bisa di download melalui akun masing-masing. Berkas dimaksud yaitu formulir pendaftaran yang telah ditandatangani pimpinan pesantren, wali santri, serta santri pendaftar.

“Peserta juga wajib membawa kartu tes seleksi CBT PBSB dan surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani santri pendaftar,” ujarnya.

“Saat mengikuti tes seleksi, santri diminta menunjukkan kartu identitasnya berupa e-KTP atau Kartu Pelajar. Hal ini sebagai langkah verifikasi data akhir,” tambahnya.

Diketahui, CBT PBSB tanggal 18 Juni ini akan berlangsung di lokasi yang teah ditentukan oleh Kanwil Kemenag Provinsi. Tes ini diikuti para santri yang mendaftar di 18 perguruan tinggi mitra.

Selain PBSB, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI menggelar seleksi beasiswa dan non beasiswa S1 Perguruan Tinggi Luar Negeri untuk negara kawasan Timur Tengah, Sabtu-Minggu (15-16/6). Ada tiga pilihan negara tujuan kuliah yaitu Mesir, Sudan dan Maroko.

“Pelaksanaan seleksi terbagi menjadi 15 lokasi diseluruh wilayah Indonesia. Total peserta yang mendaftar secara online sebanyak 5.613 orang,” terang Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim.

Menurutnya, seleksi mahasiswa S1 Timur Tengah ini diselenggarakan karena banyaknya minat para santri/pelajar yang ingin melanjutkan studi pendidikan tingginya ke Timur Tengah.

Seleksi terbagi dalam 2 tahap. Pertama, tes kemampuan Bahasa Arab secara online (e-test). Mahasiswa dinyatakan lulus apabila mendapatkan nilai minimal 70 persen.

Tahap kedua, wawancara tatap muka. Peserta akan dites kemampuan percakapan Bahasa Arab dan hafalan Alquran minimal 2 juz. (fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.