Hari Ini, Gaji ASN Pemkot Tasik Cair

96
0
Hanafi Kepala BPKAD Kota Tasikmalaya

BUNGURSARI – Setelah sepekan lebih gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tasikmalaya telat gajian, akhirnya mendapat kepastian. Setelah pembahasan dan seizin Plt Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf, untuk itu bendahara setiap Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) bisa memulai proses pencairan.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, H Ivan Dicksan menjelaskan setelah pembahasan di internal Pemkot.

Ditetapkan para kepala SKPD lama, sebagai pengguna anggaran (PA) untuk SKPD baru berdasarkan peralihan Perda SOTK yang Surat Keputusan (SK)-nya sudah diproses.

Kewenangan PA dan bendahara pengeluaran, hanya untuk memproses pengeluaran belanja gaji, tunjangan dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Kita sudah sampaikan terhadap kepala SKPD supaya bendahara masing-masing segera berkoordinasi dengan BPKAD untuk pelaksanaan pencairan gaji. Proses pengajuan dan pencairan gajinya, menggunakan aplikasi Simda BPKP,” katanya melalui keterangan tertulis kepada Radar, Selasa (12/1).

Baca juga : Jumlah Siswa di Kota Tasik yang Dapat BLT Rp3,4 Juta Belum Diketahui

Menurutnya, komposisi gaji dan tunjangan ASN mempedomani komposisi gaji bulan Desember 2020. Kemudian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) disesuaikan kinerja selama Desember 2020. “Jadi mulai besok (hari ini, Red) juga sudah bisa diajukan untuk pencairan belanja gaji, TPP dan tunjangan,” tuturnya.

Senada dengan Ivan, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmaya Hanafi mengakui lambatnya pencairan gaji pegawai bukan karena anggaran tidak ada.

Melainkan aspek legalitas yang perlu dipertimbangkan dan diputuskan pimpinan secara seksama, mengingat SOTK baru belum dikukuhkan dan format serta penganggaran tahun ini mengacu pada SOTK baru.

“Tentu tidak mudah menimbang beragam aspek, meski gaji memang hak pegawai, tetapi tahapan-tahapannya kan harus tertib,” kata Hanafi.

Menurutnya, meski tidak ada kerugian ketika gaji tertunda, tetapi kondisi sudah nyaris menyentuh satu minggu. Pihaknya menimbang dampak luas ketika ASN tak kunjung mendapat gaji. Hanafi menceritakan telatnya waktu gajian ASN bukan sekadar kendala di aplikasi SIPD saja.

Tetapi, banyak faktor yang membuat gaji pegawai telat. “Kita memahami, makanya setelah ditimbang dan ada jalan keluar yang jelas. Alhamdulillah Pak Plt juga mengizinkan, maka direalisasikan insya allah besok (hari ini, Red) sudah bisa input Surat Perintah Membayar (SPM),” ujarnya.

Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya Dodo Rosada berencana Kamis (14/1) mendatang akan mengundang Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM). Menanyakan kepastian waktu SOTK baru berjalan. “Sebab, itu menjadi berpengaruh ke gaji PNS kan kasihan. Maka kita akan dalami progressnya sejauhmana,” kata Dodo.

Pemkot, kata dia, sebetulnya bisa menggunakan struktur eksisting Perda SOTK lama dalam menjalankan pencairan gaji atau hal-hal yang tidak sestrategis program tertentu. Sebab, perubahan SOTK baru tidak terlalu signifikan dan hanya terjadi pada sejumlah SKPD saja.

“Sebetulnya bisa gunakan payung hukum lama, karena memang sekarang taka da PA di masing-masing OPD namun bisa gunakan SOTK lama sebagai acuannya,” tegasnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.