Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19%

7.1%

71.1%

Hari Ini, Kabupaten Tasik Mulai Terapkan New Normal (AKB)

1897
0

SINGAPARNA – Kabupaten Tasik berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Barat masuk zona biru. Sehingga bisa menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), setelah sebelumnya melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terhitung sejak hari ini, Sabtu (30/5) penerapan AKB di Kabupaten Tasik sudah diterapkan, meaki memang sebelumnya masyarakat sudah terbiasa beraktifitas ke fasilitas umum seperti pasar dan pusat perbelanjaan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasik, dr Heru Suharto MMKes mengatakan, berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Barat, Kabupaten Tasik diizinkan memberlakukan New Normal atau AKB, karena masuk zona biru.

“Keputusan tersebut, tentunya harus disikapi serius oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Dimulai hari ini,” papar dia kepada Radar, Sabtu (30/5).

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan, meskipun Kabupaten Tasik diperbolehkan menerapkan AKB, pemerintah daerah atau tim gugus tugas harus tetap waspada atas penyebaran Covid-19.

Artinya, kata dia, pemerintah atau gugus tugas harus memastikan bahwa di masyarakat, protokol kesehatan berjalan dengan baik.

Penerapan New Normal atau AKB jangan sampai mengesampingkan kewaspadaan.

“Artinya, pemerintah atau gugus tugas harus benar-benar massive dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat. Fungsi RT siaga itu harus dimunculkan, untuk sosialisasi kepada masyarakat tentang protokol kesehatan. Jadi harus benar-benar dijalankan oleh masyarakat,” tutur dia.

Suksesnya penerapan AKB ini, lanjut Asep, tergantung dari kesadaran masyarakat dan upaya pemerintah dalam mengawasi kegiatan masyarakat.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna menambahkan, penerapan new normal dan AKB ini harus diawali sosialisasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan. Nana menilai, selama ini sosialisasi itu tidak berjalan maksimal.

“Karena kita lihat kemarin, masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Nah ini harus dirubah oleh pemerintah, bagaimana menyadarkan masyarakat. Salah satunya dengan sosialisasi massif,” jelas dia.

(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.