Kepala UPTD Dadaha Harus Orang Tangguh

Hari Ini, Pemkot Bongkar Pasang PNS

105
Drs H Ivan Dicksan

INDIHIANG – Pemerintah Kota Tasikmalaya hari ini (11/1) berencana melakukan rotasi, mutasi dan promosi atau bahasa sederhananya bongkar pasang sejumlah pegawai negeri sipil (PNS).

Rotasi, mutasi dan promosi tersebut salah satu alasannya untuk mengisi jabatan kosong setelah dilaksanakan open bidding atau lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) dan perubahan struktur organisasi tata kerja (SOTK).

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan menjelaskan pihaknya akan merotasi, mutasi dan promosi cukup banyak pegawai. Sebab, digesernya suatu pejabat untuk mengisi jabatan lain tentu menyisakan kekosongan dan terjadi efek domino.

“Kami sudah membahas secara komprehensif, bukan hanya melihat adanya 5 posisi jabatan kosong saja pasca open bidding, tetapi meninjau beberapa pejabat yang pensiun dan kosong,” paparnya kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (10/1).

Menurutnya, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) juga mencari figur tepat untuk beberapa jabatan strategis yang kosong setelah ditinggalkan para lulusan open bidding. “Sudah selesai dibahas juga bersama pimpinan. Insyaallah besok (Hari ini 11/1) pelantikan,” tuturnya.

Dalam rapat dengan Komisi I, Baperjakat juga dimintai penjelasan dan progres pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dadaha dan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD). Menurut Ivan, pembentukan UPTD-UPTD itu merupakan usulan dari dinas supaya pelayanan terhadap masyarakat lebih optimal dan bisa menjaring potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Terutama UPTD Dadaha, kita ingin menjadikannya kawasan olahraga representatif. Maka perlu lembaga khusus yang konsen di sana, bertugas khusus menangani pengelolaan dan pengoptimalan potensi PAD,” jelas komandannya para PNS ini.

Apalagi, kata dia, Pemkot sedang fokus membenahi kompleks olahraga Dadaha sebagai persiapan menjadi tuan rumah Porda Jabar 2022.

“Kebijakannya memang dari dinas teknis terkait dalam menentukan kegiatan, hanya UPTD sebagai pelaksananya. Supaya Dadaha bersih, rapi tertata tidak ada lampu mati. Mengatur jadwal sewa GOR atau lainnya, juga parkir bisa dijadikan PAD,” beber Ivan.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya H Dayat Mustofa mengamini kebijakan Pemkot membentuk UPTD. Terutama dalam menata kompleks olahraga tersebut dari Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terbilang menjamur di setiap sudut kompleks.

“Saya menyoroti harus ada kajian mendalam terkait tugas UPTD sendiri. PKL di sana menjamur di mana-mana tentu hadirnya UPTD harus lebih baik dan tertata,” tegasnya.

Termasuk, kata Dayat, potensi retribusi parkir harus dimaksimalkan dengan hadirnya UPTD. “Ke depannya bisa dibuat sarana parkir khusus supaya lebih rapi dan retribusi tertib,” pintanya.

Maka dari itu politisi Golkar tersebut menekankan supaya Pemkot menempatkan pegawai tangguh di UPTD Dadaha. Menyesuaikan kondisi di lapangan yang terbilang dinamis.

“Hati-hati mengelola sarana-prasarana di sana. Harus pegawai yang struggle, kuat dalam menyikapi dinamika Dadaha,” ujarnya. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.