Hari Ini, Pemkot Tasik Cegat Pendatang yang Masuk Kota

2958
0
POSKO. Mulai hari ini (31/3) perbatasan wilayah menuju Kota Tasikmalaya akan dijaga personel gabungan dan tim medis. Personel gabungan mendirikan Posko Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kota Tasikmalaya di Simpang Tiga Jalan AH Nasution. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

TASIK – Mulai hari ini (31/3), Pemerintah Kota Tasikmalaya mem­berlakukan pem­batasan orang ma­suk ke Kota Resik. Setidak­nya, sembilan posko pencegahan dan pengen­dalian Covid-19 telah didirikan di sem­bilan titik perbatasan.

Kesembilan titik tersebut terdiri dari tujuh posko besar di Indihiang, Karangresik, Awipari, Rest Area Urug, Asta Cibeuti Kecamatan Kawalu dan Terminal Cibeureum. Sementara pos kecil di Bojong Jengkol serta Cibunigeulis/Simpang Bantar.

Baca juga : KPAID Kabupaten Tasik Tetap Buka Layanan Perlindungan Anak

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan upaya pembatasan orang masuk terdiri akan diawali dengan apel seluruh personel gabungan yang akan bertugas di posko.

“Kita akan berikan arahan dulu, supaya dapat menjalankan tugas sesuai rencana. Jadi ketika ada angkutan umum masuk, akan kita beri pengertian bahwa upaya pembatasan wilayah ini demi kepentingan dan keselamatan bersama,” tuturnya kepada wartawan usai mengikuti video conference bersama Gubernur Jawa Barat, Senin (30/3).

Menurutnya, Pemkot sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya membatasi orang masuk ke daerah, karena Kota Tasikmalaya merupakan pusat perekonomian dan perdagangan khususnya di Priangan Timur. “Kita khawatir jumlah kasus Covid-19 yang harus ditangani terus bertambah, sedangkan sarana prasarana dan tenaga medis apalagi APD tidak bisa mengcover,” keluhnya.

Dia berharap masyarakat mengikuti dan memahami upaya tersebut. Sehingga, bisa bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya, dengan solusi terbaik yakni mengurangi mobilisasi orang perorang yang masuk.

“Senin ini (kemarin, Red), 6 positif, 1 meninggal. 295 Orang Dalam Pemantauan (ODP), tersisa 188 orang. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 10 orang,” kata Budi.

“Termasuk kita juga sedang kembangkan orang yang berkontak erat dengan klaster GBI Lembang, serta lain sebagainya. Alhamdulillah dari 500 alat rapid test yang dikirim Pemprov, kita bisa cepat mendeteksi,” sambungnya.

Budi meminta masyarakat turut serta mendukung upaya karantina wilayah secara parsial. Mulai dari tokoh di lingkup terkecil yakni, RT, RW, pemuda setempat dan tokoh ulama setiap wilayah.

Dengan mengimbau warga supaya berdiam diri di rumah, belajar dari negara lain yang terlebih dahulu menghadapi Covid-19. “Kita tahu sendiri, di Italia saja sampai 10 ribu meninggal. Ini bukan main-main, bentuk kepedulian kami supaya rantai penularan dihentikan,” kata Budi.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SE meminta semua pihak mendukung upaya tersebut. Sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien yang terpapar Covid-19. “Kemudian, ketika ada yang masuk ke daerah, itu statusnya langsung ODP. Nah, besok posko-posko akan mulai membatasi kedatangan orang masuk ke kita,” ucapnya.

Dia menegaskan sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di setiap wilayah turut dibentuk RW Siaga Covid-19. Memantau warga di setiap wilayah, ketika baru datang dari luar kota.

“Nanti kan yang masuk itu diperiksa, kalau tidak ada gejala dan indikasi silakan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah, kalau tidak diindahkan ada sanksi nanti karena aturannya sudah jelas. Kalau ada gejala langsung ditangani tim medis,” katanya.

Baca juga : Pembatasan Orang Masuk, Pemkot Tasik Dirikan 9 Posko di Perbatasan 

Aslim mengapresiasi langkah karantina wilayah parsial yang diambil Pemkot. Selain itu, provinsi dan pusat pun sudah memberi arahan supaya langkah karantina berjalan efektif di Kota Tasikmalaya.

“Kami DPRD mendukung kebijakan itu, sebagai upaya menekan lonjakan pasien semakin tinggi positif terus bertambah waktu ke waktu. Termasuk banyak pemudik pulang kampung harus diantisipasi,” ujar Aslim. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.