Sanksi Disiplin Akan Dilaporkan ke Menteri

Hari Ini PNS Bolos, Tunjangan Dikorting

118
0

JAKARTA – Libur panjang Lebaran telah usai. Para aparatur sipil negara diharuskan masuk hari ini (10/6). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) meminta Pejabat Pembina Kepegawaian setempat memantau kehadiran pegawainya.

Menteri PAN-RB Syafruddin sudah melayangkan surat bernomor B/26/M.SM.00.01/2019 tanggal 27 Mei 2019 tentang laporan hasil pemantauan kehadiran aparatur negara sesudah cuti bersama. Melalui surat itu, Syafruddin meminta setiap instansi pemerintah memantau kehadiran ASN sesudah masa cuti bersama.

“Hasil pemantauan dilaporkan melalui https://sidina.menpan.go.id paling lambat pukul 15.00 pada hari yang sama,” ucap mantan Wakapolri seraya mengatakan petunjuk pengisian aplikasi tersedia dalam laman tersebut.

Bagi ASN yang tidak masuk tanpa alasan yang jelas, maka akan mendapatkan sanksi disiplin. Sesuai pasal 3 angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Displin Pegawai Negeri Sipil.

Penjatuhan sanksi nantinya akan dilaporkan langsung ke Menteri PAN-RB paling lambat 10 Juli.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara Mohammad Ridwan menegaskan ASN harus masuk kerja hari ini (10/6). Semua pelayanan publik sudah aktif sepenuhnya. Setiap pimpinan instansi bertanggung jawab atas pegawainya masing-masing.

“Jadi, pimpinan dapat langsung memberi hukuman disiplin kepada pegawainya yang bolos dan tidak memiliki alasan yang sah. Selain itu, bagi yang sudah menerapkan tunjangan kinerja, maka akan dipotong karena bolos. Di BKN, potongan sebesar 2% per hari jika tidak hadir tanpa keterangan jelas,” ujar Ridwan.

Menurutnya, sanksi soal potongan tunjangan kinerja tidak masalah bagi pegawai. “Justru yang bikin nggak enak itu hukuman disiplin yang akan diterapkan tergantung kasusnya. Dan itu dilaporkan ke menteri (PAN-RB),” imbuhnya.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah mengomentari penjatuhan sanksi pemotongan tunjangan kinerja dua persen bagi PNS yang bolos setelah libur Lebaran. “Ini lucu-lucuan saja. Buat saya sanksi tersebut lucu,” katanya.

Lina menuturkan jika memang sanksi tersebut untuk mendisiplinkan PNS atau ASN pada umumnya, nominal dua persen tidak ada artinya bagi abdi negara. Menurut dia, jika pemerintah ingin serius, pemotongan sanksi bisa mencapai separuh atau 50 persen.

Pada prinsipnya, kata Lina, ASN terikat dengan kedisiplinan. Sehingga ketika ketentuan libur berakhir pada 9 Juni dan harus masuk 10 Juni, maka itu harus ditaati. “Kalau ada yang melanggar, dijatuhi sanksi sebagaimana diatur dalam ketenatuan penegakan disiplin para ASN,” tuturnya.

Terkait potensi ASN yang bolos hari ini (10/6) Lina memprediksi masih ada. Sebab tahun ini, libur setelah Lebaran dinilai terlalu pendek. Jika dihitung 1 Syawal jatuh Rabu (5/6), maka hari ini berarti masih H+5 Lebaran. “Sementara, tahun-tahun sebelumnya libur setelah Lebaran lebih panjang,” tandasnya. (han/wan/ful)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.