Hari Ini Warga Kota Banjar Akan Terima Bantuan Rp500 Ribu dari Provinsi

4334
14
DISALURKAN. Kepala Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Saefudin mengecek bantuan paket sembako di kantor Pos Kota Banjar Selasa (28/4). Cecep herdi / radar tasikmalaya
DISALURKAN. Kepala Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Saefudin mengecek bantuan paket sembako di kantor Pos Kota Banjar Selasa (28/4). Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Pemerintah akan menyalurkan bantuan sembako seharga Rp 350 ribu dan uang tunai Rp 150 ribu kepada masyarakat terdampak Covid-19 hari ini (29/4). Bantuan akan disalurkan secara door to door oleh petugas Pos dan ojek daring.

“Bantuan mulai disalurkan besok (hari ini, Red). Sudah kami cek ke Bulog sebagai pihak penyedia sembako, kemudian ke kantor Pos juga sebagai kurir pengiriman bantuan. Semua mudah-mudahan berjalan lancar dan aman serta bantuan dapat tersalurkan dengan baik,” kata Kepala Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Saefudin di ruang kerjanya Selasa (28/4).

Ia mengatakan bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi itu akan diawasi dan dipantau agar tepat sasaran.

“Untuk sembako sendiri bantuannya berupa telur 2 kilogram (kg), mie instan 16 bungkus, 4 buah makanan kaleng, minyak goreng 2 kilogram, terigu 1 kg, gula pasir 1 kg, beras 10 kg dan ada vitamin C dua botol (tablet 1 botol, cair 1 botol),” kata Saefudin.

Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar Asep Tatang Iskandar mengatakan jumlah kuota penerima bantuan sembako dan uang tunai tahap pertama di Kota Banjar sebanyak 2.147 Kepala Rumah Tangga Sasaran (KRTS).

Dari jumlah kuota dan penerimanya, masih ditemukan data penerima double atau ganda. Dalam satu kepala keluarga, suami-istri ada yang mendapatkan bantuan.

Loading...

“Kita mendapatkan kuota 2.147 KRTS yang tersebar di empat kecamatan. Namun sampai saat ini masih terdapat data penerima yang double, kita mendapat laporan juga dari desa. Kita sedang penyesuaian data lagi ini jangan sampai ada penerima bantuan yang double atau menerima dua kali,” kata Asep Tatang.

Baca Juga : Innalillahi.. Satu Lagi PDP Corona dari Langensari Kota Banjar Meninggal

Ia menjelaskan data penerima bantuan double terjadi karena Pemprov Jabar mengambil data penerima bantuan dari data DTKS pusat. Karena bantuan bukan data dari usulan RT RW dan desa.

“Ada dua gelombang kan untuk bantuan ini. Ini merupakan bantuan dari provinsi yang data penerimanya diambil dari DTKS, sehingga terjadi double data penerima. Bukan data yang kita usulkan sebelumnya yakni data non DTKS. Kalau data penerima bantuan non DTKS yang kita usulkan itu masih proses menunggu hasil dari provinsi,” katanya.

Kata dia, penyaluran bantuan sesuai kuota akan secara riil dilakukan melalui kantor Pos, sambil melakukan perbaikan data supaya tidak terjadi double penerima.

Baca Juga : Lagi, 1 Pasien Positif Corona di Kota Banjar Sembuh

“Sambil berjalan penyaluran, kita cocokan lagi datanya. Untuk riil penerima bantuannya bisa di pantau langsung di Pos, karena nanti ada di sana laporannya,” kata Asep Tatang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar Hani Supartini menambahkan penyaluran tahap pertama bantuan Rp 500 ribu dari pemprov akan disalurkan kepada 1.089 Kepala Rumah Tangga Sasaran. (cep)

Loading...
loading...

14 KOMENTAR

  1. sampai hari ini belum ada bantuan datang padahal usaha saya mati kutu saya ojeg pangkalan tdk ada pemasukan slm polemik covid 19 ini jd ke mana saya hrs mengadu

  2. Belum ada bantuan apa2.hayo we di data2 wae tp mana bantuan dr propinsi.dari oihak tertentu tolong datany jng sampe double atw data nya yg dulu keneh.harus telat sasaran yg dpt bantuan teh jng yg itu2 trz dpt bantuan teh.pengumpulan data bwt UMKM yg terdampak ckvid aja udh dikumpulkan tp mana bantuan nya bwt UMKM sprt sy yg terdampak covid.

  3. Tolong dong yang menerima bantuan itu yang kemarin pke data RT RW soalnya diketahui yang dapat bantuan sekarang yang sering dapat bantuan sebelum nya.jadinya kan pihak RT RW lagi yang di salah kan saya sebagai RT sudah cape di salahkan terus.padahal saya mendata orang yang harus dapat bantuan yang sebelumnya tidak pernah dapat bantuan (warga miskin baru )

  4. Kami juga warga dusun cibodas desa cibeureum belum menerima bantuan sama sekali ,, usahakan itu bantuan harus tepat sasaran , jangan warga yang mampu mendapatkan bantuan juga ,, kasian warga kalangan menengah kebawahlah yang patut kita bantu , Dan jangan pula itu bantuan sampe double kek gitu pak . Pak rt atau pak rw datalah warga yang emang bnr2 butuh bantuan . Jangan menimbun bantuan demi kepentingan pribadi .

    Misalkan bantuan itu ditimbun buat sanak saudaranya didahulukan , sementara warga atau masyarakat yang bnr2 membutuhkan bantuan tersebut malah di acuhkan . Harus tepat sasaran

  5. blm ada tu bantuan … ya mudah-mudahan yg dapat itu tepat sasaran,,, ga ky bantuan-bantuan yg udah2…katanya buat masyarakat kurang mampu.

    nyatanya,,yg mendapat malah orang yg sangat mampu,,yg kurang mampu TIDAK MENERIMA,

    seperti di desa saya, desa Waringinsari …banyak yg tidak tepat sasaran

  6. satu lagi,, kalau PSBB di berlakukan ,bagai mana nasib mereka yg mempunyai tanggungan?
    contoh,punya kredit Bank/kredit motor?

    ga usaha y tdk punya uang?
    storanya gimana?

  7. Ttg saya alhamdulillah dapet bantuan tapi dia pensiun, ada pengusaha juga dapat bantuan juga 😂, warga yg lain kena dampak lebih susah hanya bisa berdoa 🤲 mdh”n berkah.
    Salam santuy 🙏 di kel.Mekarsari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.