Hari Jadi Kota Tasik Dinilai Tak Sinkron

84

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Peringatan Hari Ja­di Kota Tasikmalaya pada 18 Oktober dinilai tidak sesuai oleh kalangan pelaku sejarah Tasik­malaya. Untuk itu, para sese­puh yang dikomandoi H Djaja Wi­natakusumah berdiskusi di Jalan Moh Hatta Kecamatan Cipe­des, Kota Tasikmalaya Sabtu (8/9).

Para tokoh tersebut membedah soal ketidaksinkronan hari jadi dengan awal sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya. Dalam kesempatan itu hadir H Djadja Winatakusumah, Drs H Syarif Hidayat, Drs H Ahmad Juhaeni, H Ade Hermawan, Drs H Empud Safrudin, Drs H Hafid dan Dendi.

H Syarif Hidayat menjelaskan bahwa sejak 21 Juni 2001 Kota Tasikmalaya sudah terbentuk. Hal itu berdasarkan diterbitkannya Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 2001. “Jadi sejak juni, Kota Tasikmalaya sudah punya legalitas,” ungkapnya kepada Radar.

Namun, kata wali kota periode 2007-2012 itu, dari tahun ke tahun penetapan hari jadi Kota Tasikmalaya menjadi tanggal 17 Oktober. Momen tersebut mengacu kepada dilantiknya Drs H Wahyu Suradiharja sebagai Penjabat Wali Kota saat itu.

“Dan para sesepuh menilai hal itu cukup menggelikan, karena penetapan hari jadi tidak mengacu kepada momen dikeluarkannya UU RI Nomor 10 Tahun 2001. Logikanya seperti ini, orang itu ulang tahun pada saat dilahirkan atau disunat?,” selorohnya.

H Syarif dan sesepuh lainnya cenderung melihat 21 Juni sebagai hari lahir Kota Tasikmalaya. Akan tetapi pihaknya pun tidak memaksakan Pemkot untuk menuruti keinginan itu. “Ini bukan petisi atau semacamnya, hanya masukan saja,” pungkasnya.
Dilansir dari portal.tasikmalayakota.go.id sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tidak terlepas dari sejarah berdirinya Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah kabupaten induknya.

Tonggak sejarah lahirnya Kota Tasikmalaya, mulai digulirkan ketika Kabupaten Tasikmalaya di pimpin oleh A Bunyamin, Bupati Tasikmalaya periode tahun 1976 – 1981. Saat itu melalui peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976 diresmikan Kota Administratif Tasikmalaya oleh Menteri Dalam Negeri yang pada waktu itu dijabat oleh H Amir Machmud. Wali Kota Administratif pertama adalah Drs H Oman Roosman, yang dilantik oleh Gubernur Jawa Barat H Aang Kunaefi.

Pada awal pembentukannya, wilayah kota Administratif Tasikmalaya meliputi 3 Kecamatan yaitu Cipedes, Cihideung dan Tawang dengan jumlah desa sebanyak 13 desa. Kemudian pada tahun 2001, dirintislah pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya oleh Bupati Tasikmalaya Kol Inf H Suljana Wirata

Hadisubrata (1996 – 2001), dengan membentuk sebuah Tim Sukses Pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang diketuai oleh H Yeng Ds Partawinata SH. Melalui proses panjang akhirnya dibawah pimpinan Bupati Drs Tatang Farhanul Hakim, pada

tanggal 17 Oktober 2001 melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, Pembentukan Pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI di Jakarta.

Selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2001 pelantikan Drs H Wahyu Suradiharja sebagai Pejabat Wali Kota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Sate Bandung. (rga/kim)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.