Hari Kedua Mahasiswa Demo Cabut Omnibus Law di Gedung DPRD Kota, Ini Situasinya..

13
0
radartasikmalaya.com
Aksi kedua cabut omnibus law di depan Gedung DPRD Kota Tasik dibubarkan paksa aparat kepolisian, Kamis (08/10) siang. screenshot for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Hari kedua aksi cabut Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya terpaksa dibubarkan aparat polisi, Kamis (08/10) siang.

Pasalnya, aksi yang semula berjalan tertib sejak pagi pukul 09.00 WIB, tiba-tiba berujung ricuh.

Polisi mencium adanya massa bayangan yang sengaja untuk membuat keributan.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun di lapangan, Polisi sempat mengamankan tiga orang yang diduga sebagai massa liar dan provokator.

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Anom Karibianto mengatakan, aksi semula berjalan dengan tertib dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tasikmalaya.

Namun aksi berubah menjadi tidak tertib, setelah bermunculan massa bayangan yang tidak jelas dari mana asalnya.

Loading...

Kelompok massa bayangan itu memprovokasi massa lainnya dengan melempar dan “menggaur-gaurkan” sepeda motor. Polisi lalu berusaha mengimbau para demonstran agar tertib dan damai.

“Kami sudah meminta massa aksi agar menyampaikan aspirasinya dengan damai. Kami persilahkan menyampaikan pendapat tapi dengan damai. Kami akan menjaga keamanan,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, massa malah mencoba memancing anggota yang berjaga. Namun anggota Polisi yang berjaga relatif tidak terpancing. Sementara massa aksi yang semula tertib mulai terprovokasi, sehingga mulai tidak tertib.

“Kita jaga Kota Tasikmalaya, jangan sampai rusuh dan tidak aman karena disusupi oleh orang yang ingin menjadi rusuh,” terangnya.

Tambah Anom, meski sudah diberikan imbauan, massa tetap makin tidak tertib, membakar ban, melempari dan menyuarakan suara knalpot.

Hingga akhirnya, pasukan huru hara diturunkan untuk membubarkan. Massa pun kocar kacir, akhirnya mundur.

“Kami juga mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai provokasi. Bukan dari mahasiswa, namun diduga dari kelompok motor,” tegasnya.

Jelas Anom, dalam pengamanan aksi unjuk rasa hari ini, mendapatkan bantuan satu SSK pasukan Brimob Polda Jawa Barat dan bantuan dari TNI.

Dimana pihaknya saling bahu membahu mengamankan massa yang menyampaikan pendapatnya di Kota Tasikmalaya terkait UU Cipta Kerja.

Adapun beberapa orang yang diamankan, yakni massa liar yang mencoba memprovokasi untuk menimbulkan keributan.

Mereka mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan dan memancing permasalahan. Untuk mengamankan massa, maka beberapa orang itu diamankan.

“Massa liar itu sudah tercium sejak aksi kemarin. Mereka menyusup pada kelompok mahasiswa dan sengaja membuat kericuhan,” tukasnya.

Sementara itu Ketua DPRD, Aslim sempat menemui perwakilan aksi massa dari Alian BEM Tasikmalaya. Pihaknya sepakat dengan tuntutan massa aksi soal omnibus law.

“Kami memang menyayangkan dengan disahkannya Omnibus Law itu. Kami sama seperti apa yang disampaikan mahasiswa. Kami sepakat menolak aturan itu sejak RUU. Karena banyak merugikan pihak buruh dan masyarakat secara keseluruhan,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.