Hari Pertama, 10 Siswa Tak Ikut UNBK

113
0
FOKUS. Siswa SMA Terbuka mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMAN 6 Garut Senin (1/4).

TAROGONG KIDUL – Sepuluh siswa SMA Terbuka tidak hadir dalam sesi pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 6 Garut Senin (1/4). Dari total 111 siswa SMA Terbuka yang dihimpun dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang hadir hanya 101 orang.

“Kami kurang tahu alasan mereka tidak hadir, karena belum ada laporan resmi masuk kepada kami,” ujar Kepala SMAN 6 Garut Sumpena Permana kemarin.

Dari 10 siswa yang tidak bisa mengikuti UNBK, pihaknya baru mengetahui satu alasan dari siwa yang tidak bisa mengikuti ujian, yakni tidak mendapatkan izin dari perusahaan tempatnya bekerja. “Kalau yang lain saya belum tahu,” terangnya.

Pelarangan karyawan untuk mengikuti UNBK itu akan dilaporkan ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Garut. “Kita akan melaporkan ini kepada KCD, karena hal ini sangat merugikan bagi siswa, meski memang ada ujian susulan bagi yang tidak bisa mengikuti ujian hari ini,” ucapnya.

Sumpena mengatakan siswa SMA Terbuka baru tahun ini mengikuti UNBK di sekolahnya. “Program SMA terbuka ini untuk memfasilitasi siswa dari PKBM bisa mendapatkan ijazah dari sekolah induk,” ujarnya.

Saat ini, banyak siswa putus sekolah di Kabupaten Garut dengan berbagai alasan. Mulai ekonomi maupun faktor lainnya.

Untuk menyelamatkan siswa putus sekolah, Dinas Pendidikan Jawa Barat membuka kelas SMA Terbuka dengan siswanya dari anak-anak putus sekolah untuk mendapatkan ijazah. “Pada dasarnya SMA Terbuka ini semuanya serba gratis, dari mulai pembelajaran hingga ujiannya semua digratiskan,” ucapnya.

Dia mengatakan siswa yang mengikuti sekolah terbuka pembelajarannya tidak sama dengan kelas reguler. Mata pelajaran yang diterima siswa sekolah terbuka hanya mata pelajaran yang diujiankan. Mata pelajaran lainnya porsinya tidak begitu banyak.

Sementara itu, dia menuturkan untuk siswa SMAN 6 Garut yang saat ini mengikuti UNBK jumlahnya 601 orang. Kalau itu semuanya ikut ujian. “Saya yakin kalau siswa yang reguler itu bisa mendapatkan nilai yang bagus,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.