Hari Pertama Denda Rp50 Ribu Tak Bermasker di Kota Tasik, Banyak Warga Ngaku BelumTahu

1969
1
SANGSI DENDA TAK PAKE MASKER
Aktivitas anak muda saat di Dadaha tak pakai masker, Sabtu (01/08) siang. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Sanksi denda tak bermasker Rp50 ribu dan sanksi sosial bagi warga Kota Tasik yang beraktifitas di luar rumah mulai berlaku hari ini, Sabtu (01/08).

Namun terpantau di beberapa titik keramaian, masih banyak warga beraktivitas tanpa menggunakan masker.

Ternyata, mereka mengaku belum mengetahu banyak soal sanksi ini.

Bahkan, masih lagi terlihat masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Hal itu seperti aktivitas masyarakat di tempat-tempat keramaian seperti jalan HZ Mustofa, Taman Kota, Alun-aluan dan Kompleks Dadaha.

Tidak hanya itu terlihat juga masyarakat yang mengenakan masker namun tidak menutupi hidungnya, yakni disimpan di bawah dagunya.

Salah satunya adalah Hilman (37) warga Kawalu. Dirinya belum mengetahui bahwa hari ini sudah diberlakukannya sanksi denda Rp50 ribu bagi yang tidak bermasker.

“Balum tahu pak ada sanksi bila tidak menggunakan masker. Kalau imbauan wajib pakai mah tau atuh,” katanya kepada wartawan saat berolahraga di Kompleks Dadaha, Sabtu (01/08) siang.

Meski begitu, ia setuju dengan diberlakukannya sanksi denda masker itu.

Ia menilai itu kebijakan yang paling tepat di massa pademi ini.

“Kalau saya setuju saja diberlakukannya itu (sanksi denda tak bermasker, Red). Karena itu demi kebaikan kita semua,” terangnya.

Warga lainnya, Dendi (23) warga Tawang menuturkan, mengenai sanksi denda masker itu ia sudah mengetahuinya diberlakukan hari ini.

Namun dirinya belum mendapatkan sosialisasi mengenai diberlakukannya sanksi masker itu.

“Termasuk aturan penindakannya seperti apa termasuk di tempat mana saja yang mendapatkan sanksi bila tidak menggunakan masker, selain di luar rumah,” tuturnya.

Pedagang di Jalan HZ Mustofa, Sobirin (45) menjelaskan, Sejauh ini pihaknya belum mengetahui yang sebenarnya diberlakukannya sanksi denda masker itu.

Hanya saja dia mendengar selentingan dari teman pedagang lainnya. “Untuk wajib masker setuju saja, asal tidak melarang berjualan,” cetusnya.

Saat ditanya mengenai denda bagi warga yang tidak pake masker Rp50.000, dia mengaku tidak setuju.

“Kondisi saat ini mendapatkan uang sangat sulit. Untuk Rp50.000 ini hasil dagang seharian. Ya kalau bisa jangan langsung didenda hukumannya,” harapnya.

Dirinya lebih setuju dengan adanya sanksi sosial untuk membersihkan fasilitas umum.

“Itu lebih gampang hanya membersihkan saja, asal tidak di video dan foto. Nanti malu,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Apakah ada pilihan sangsi? Lebih bijak sangsinya boleh pilih mau sangsi sosial atau sangsi denda 50rb, krn tdk semua masyarakat mampu bayar 50rb.
    Tks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.