Beranda Tasikmalaya Harus Ada Posko Bencana di Sukaresik

Harus Ada Posko Bencana di Sukaresik

40
0
BERBAGI
PANTAU BANJIR. BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Polsek Sukaresik dan Desa Tanjungsari memantau lokasi banjir menggunakan perahu karet, Senin (12/3). (Diki Setiawan/radartasikmalaya.com)

SUKARESIK – Forum Tasik Utara Bangkit (FTUB) meminta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk mendirikan posko bencana di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik, sehingga dalam penanganan banjir bisa dilakukan cepat.

“Karena di sini banjir tahunan, bahkan bisa beberapa kali dalam satu tahun. Kiranya sangat tepat didirikan posko bencana di Tanjungsari Kecamatan Sukaresik,” ujar Ketua FTUB Ato Rinanto kepada Radar, Senin (12/3).

Dengan hadirnya posko bencana merupakan langkah pencegahan yang paling tepat, selain mencari solusi supaya tidak terjadi lagi banjir. “Sangat tepat karena banjir itu datangnya tiba-tiba, jadi ketika ada banjir relawan di posko tersebut dengan peralatan lengkap bisa gerak cepat menangani masyarakat yang terkena dampak,” bebernya. Posko juga harus dilengkapi dengan perahu karet dan berbagai perlengkapan lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Tasikmalaya Ria Supriana mengatakan memang Kepala Desa Tanjungsari Amas pernah mengusulkan untuk menyimpan perahu karet di kantor desa, sebagai antisipasi terjadi lagi banjir. “Sejauh ini belum ada rencana untuk mendirikan posko bencana di Tanjungsari, karena masih ketika ada kejadian saja menjadikan kantor desa sebagai posko. Hari ini (kemarin, Red) juga relawan sudah kita tarik lagi ke kantor,” bebernya.

Jelas Ria, kondisi banjir sudah mulai surat. Akan tetapi di beberapa titik seperti sawah masih terendam banjir. Termasuk ada juga sebagian rumah yang masih terendam, tapi tidak separah hari sebelumnya. “Kita terjunkan mobil penyedot untuk membersihkan rumah warga yang masih terendam air. Tidak hanya itu, kami juga tetap siagakan tiga perahu karet untuk akses warga yang rumahnya masih terendam banjir,” terangnya.

Kapolsek Sukaresik IPTU Endang Wijaya SSos menjelaskan kondisi jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sebagian warga sudah membersihkan sisa-sisa kotoran bekas banjir. ”Kendaraan sudah bisa melintas. Kalau hari Minggu tidak bisa dilalui sama sekali,” paparnya. (ujg/dik)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.