Mushala Dadaha Harus Diawasi Secara Intensif

1312
ALIH FUNGSI. Sepasang remaja berduaan di musala terbuka di kawasan Taman Dadaha, Selasa (9/6). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIUKMALAYA

DINAS Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perawaskim) Kota Tasikmalaya menyesalkan penyalahgunaan musala terbuka di kawasan Taman Dadaha oleh pasangan mesum. Perawaskim meminta aparat penegak peraturan daerah (perda) mengawasi lokasi tersebut dan memberi sanksi kepada para pelaku asusila yang terciduk.

Kepala Dinas Perawaskim Kota Tasikmalaya Yono S Karso mengaku jengkel ada remaja yang berbuat mesum di musala terbuka itu. Pihaknya menyediakan tempat itu untuk fasilitas ibadah pengunjung. “Saya juga jengkel pas tahu ada itu,” ujar dia saat dikonfirmasi Radar, Rabu (10/7).

Berkaitan dengan musala itu, kata dia, pihaknya hanya berupaya menyediakan fasilitas saja. Untuk pemanfaatannya kembali kepada masyarakat sebagai pengguna. “Sampai sekarang itu tetap musala yang kita sediakan,” tuturnya.

Untuk pengawasan sendiri, pihaknya melimpahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) sebagai penegak peraturan daerah (perda) dan aparat lainnya. Dia berharap ada pengawasan lebih di lokasi tersebut. “Kan sudah ada yang bertugas untuk penindakan,” katanya.

Dia ingin ada efek jera dari aparat kepada remaja yang menyalahgunakan fasilitas publik itu. Dengan demikian, sanksi itu bisa menjadi pembelajaran untuk remaja lainnya. “Karena harus ada efek jera,” ujarnya.

Mengenai pemasangan pagar penghalang pintu toilet musala, menurut Yono, hal itu bersifat insidental. Pasalnya, saat ini pompa air toilet di sana sedang bermasalah. “Itu hanya bersifat sementara saja,” kata dia.

Yono menambahkan bahwa kawasan Taman Dadaha ke depannya tidak akan lagi dikelola Dinas Perawaskim. Pasalnya, saat ini sudah ada UPTD Pengelola Kompleks Dadaha. “Mungkin tahun depan pengelolaannya sudah sama UPTD,” tuturnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.