Harus Fokus Tangani Stunting, Alokasi Anggaran Tahun 2020 Dianggap Kurang Maksimal

92
0

GARUT KOTA – Sebanyak 145 balita di Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota mengalami stunting atau gagal tumbuh. Data tersebut diungkapkan anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan Yudha Pudja Turnawan saat melaksanakan pengobatan gratis di wilayah tersebut.

“Kasus stunting di Garut ini memang tertinggi di Jawa Barat. Kirain balita stunting ini hanya terjadi di wilayah pelosok saja, tetapi di perkotaan juga banyak,” ujar Yudha kepada wartawan di sela-sela pengobatan gratis di Gedung PKL II di Jalan Guntur Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota Minggu (22/12).

Menurut dia, berdasarkan data yang didapatnya dari Dinas Kesehatan, jumlah balita penderita stunting di Kelurahan Ciwalen terbilang tinggi. Mencapai 22 persen dari total balita di wilayah tersebut. “Stunting ini permasalahan serius. Kalau ini dibiarkan tanpa adanya penanganan akan menimbulkan permasalahan yang serius juga,” ujarnya.

Yudha berharap pemerintah kabupaten jangan banyak menggunakan anggaran penanggulangan kasus stunting untuk kegiatan sosial yang sifatnya seremonial, tetapi harus lebih besar alokasinya untuk masalah inti, yakni pemberian gizi dan pelayanan kesehatan. “Dalam satu kegiatan mengatasi stunting, kegiatan penunjang jangan lebih besar dari kegiatan inti,” katanya.

Ia menuturkan DPRD Garut siap mendorong alokasi anggaran untuk mengatasi masalah stunting. Pada anggaran 2020, kata dia, Pemkab Garut telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1 miliar dengan rincian penggunaan untuk sosialisasi dan pemberian makanan tambahan gizi bagi anak-anak dan ibu.

Namun Yuda menyayangkan dana Rp 1 miliar itu diketahui dalam rincian pemanfaatannya lebih besar untuk kegiatan sosialisasi, sedangkan untuk makanan tambahan sebagai penunjang gizi anak atau ibu hanya sebesar Rp 300 juta.

Terpisah, Bupati Garut H Rudy Gunawan mengakui di wilayah perkotaan Garut banyak yang mengalami stunting. Tetapi pihaknya belum bisa memastikan jumlah sesungguhnya.

Rudy membantah jika saat ini angka stunting di Garut masih merupakan yang tertinggi di Jawa Barat. Bahkan dia mengklaim angka stunting di Garut sudah menjadi yang terendah di Jawa Barat. “Kalau dulu memang angka stunting mencapai 40 persen. Namun saat ini sudah turun dengan sangat signifikan menjadi hanya 5 persen dari jumlah balita yang mencapai 30 ribu,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.