Harus Jadi Bahan Evaluasi

25
EVALUASI. Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar digunakan untuk sekretariat Porsenitas.

BANJAR – Pekan Olahraga dan Seni Daerah Perbatasan (Porsenitas) ke-7 telah berlangsung sejak tanggal 3 hingga 6 Desember 2018. Penyelenggaraan yang menghabiskan anggaran hingga Rp 1,2 miliar itupun mendapat sorotan, terutama dalam hal persiapan.

“Tahun ini Pemerintah Kota Banjar menjadi tuan rumah. Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Pertama berkaitan dengan kesiapan sebagai tuan rumah yang belum maksimal, contohnya Kota Banjar belum memiliki wisma atlet yang memadai sehingga dalam pelaksanaannya banyak atlet yang tercecer menginap di luar Kota Banjar,” kata pemerhati pemerintahan Sidik Firmadi saat dihubungi Jumat (7/12).

Kedua, katanya, berkaitan dengan kinerja Dispora sebagai leading sector yang dianggap gagal memanfaatkan momen untuk menarik PAD melalui pajak hotel dan restoran.

“Seharusnya sebagai tuan rumah Pemerintah Kota Banjar mampu menyediakan penginapan yang memadai untuk menampung para atlet dan ofisial, tetapi pada kenyataannya hanya sekitar 15 persen yang tertampung di hotel di Kota Banjar. Seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi apabila Pemerintah Kota Banjar mampu membangun wisma atlet yang memadai.

Ke depan, dia juga menyarankan penyelenggara lebih visioner, responsif dan inovatif. Jangan hanya sebatas sebagai penyelenggara dan sukses dalam pelaksanaan. Namun ada income balik yang jelas untuk daerah.

“Kejadian ini juga harus menjadi masukan kepada pemangku kebijakan agar melakukan perbaikan-perbaikan di bidang olahraga,” tegasnya.

Tokoh Kota Banjar Edis Gunawan menyangkan momen langka ini tidak bisa dimanfaakan baik untuk pemasukan daerah. “Hemat saya anggaran Rp 1,2 miliar harus dievaluasi lagi. Jangan buang-buang anggaran demi mengejar gengsi tapi tidak mendatangkan azas manfaat bagi pembangunan daerah.,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar Nana Suryana mengakui perlu adanya evaluasi terutama dari sektor pihak swasta. Dimana untuk mendongkrak PAD, pemerintah kota tidak bisa serta merta menyerap PAD jika tidak ada dukungan dari swasta atau pihak hotel dan restoran.

“Ya memang perlu evaluasi. Tapi kalau dari penyelenggaraan acaranya kami sebagai panitia merasa acara ini (Porsenitas) sukses. Tapi kalau dari sisi pendapatan itu harusnya pihak swasta yang memberi dukungan dengan cara mereka harus berbenah baik dari sisi fasilitas hotelnya maupun dari badan usahanya.

Karena tamu hotel dari acara Porsenitas ini kan merupakan PNS yang perjalanan dinasnya dibiayai oleh negara sehingga perlu bukti administrasi dalam menjalankan sebuah transaksi, misal sewa kamar atau makan itu kan untuk di-SPJ-kan tidak bisa hotel yang belum berbadan hukum,” katanya.

Namun, kata dia, dengan kejadian ini ada hikmahnya bagi pihak swasta. “Dengan kejadian ini mereka mengaku akan berbenah karena kemarin ada salah satu hotel yang tidak mendapat tamu Porsenitas karena alasan itu tadi. Tapi secara umum penyelenggaraan ini sukses lah,” akunya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.