Harus Jadi Pelopor Kota ODF

37
0
DISKUSI. Perwakilan kelurahan, satgas, puskesmas, pendamping, penilai dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya berdiskusi saat evaluasi Jawara ODF 2019 di Studio Radar Tasikmalaya TV, Jumat (29/11). Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

SL TOBING – Sepuluh kelurahan yang telah mengikuti Jawara ODF 2019 Menuju Sanitasi Aman (Saniman) harus menjadi pelopor yang mewujudkan Kota Tasikmalaya menuju Kota ODF.

Hal tersebut terungkap dalam evaluasi Jawara ODF 2019 di Studio Radar Tasikmalaya TV, Jumat (29/11). Evaluasi ini diikuti lurah dan tim satuan tugas (satgas) dari 10 kelurahan, para pendamping, penilai dan puskesmas.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling), Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya Joko Puji Hartono mengatakan, evaluasi Jawara ODF itu untuk mengamati proses dari awal hingga akhir. Khususnya dalam metode-metode atau sistem yang sudah diterapkan oleh para satgas. “Hasilnya yang sudah diperoleh dikaji oleh kita semuanya, nantinya akan menjadi acuan memang metode yang berhasil, sedangkan metode yang masih kurang diperbaiki,” kata dia.

Evaluasi itu juga untuk mencari metode yang tepat dalam penerapan atau sosialisasi ODF kepada masyarakat. Karena karakteristik masyarakat setiap kelurahan berbeda. “Makanya dievaluasi ini kami juga menampung aspirasi satgas untuk perbaikan di program ODF 2020 mendatang,” ujar dia.

Dari Jawara ODF 2019 ini, meski masih percobaan hasilnya cukup signifikan. “Nyatanya seluruh kelurahan hasilnya meningkat ODF, meski nyatanya belum ada yang 100 persen ODF,” kata dia.

Untuk itu, kata Joko, pada 2020 mendatang 10 kelurahan yang sudah ikut Jawara ODF menjadi acuan atau pelopor untuk kelurahan lainnya yang saat ini belum ODF. Bahkan, setiap kecamatan segera membentuk satgas di setiap kelurahan secara mandiri. “Dengan begitu saya yakin ada proses percepatan dan tidak harus sampai 2022, 2021 pun bisa menjadi Kota ODF Menuju Sanitasi Aman,” tutur Joko.

Menurut dia, pada 2020, rencananya akan lebih banyak peserta jawara ODF-nya. Hanya saja dilihat kondisi nanti terlebih dahulu. “Setidaknya kami akan membina lebih bayak kelurahan meningkat dari 2019,” katanya.

Joko berharap, ODF ini bisa menumbuhkan rasa memiliki, karena kesehatan lingkungan itu akan bisa dirasakan oleh masyarakat sendiri. “Bebas ODF ini akan dirasakan oleh diri sendiri, makanya saya mengajak masyarakat Kota Tasikmalaya harus ODF,” ucap dia. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.