Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

500 Hektare Area Pertanian Dipakai Tol, Harus Siapkan Lahan Pengganti

63
0
Peta Tol bandung-tasikmalaya-Cilacap (Baticap)

CIHIDEUNG – Pemerintah Kota Tasikmalaya harus memikirkan alternatif pengganti lahan pertanian yang akan dipakai Tol Bandung-Tasik. Karena wilayah yang dilintasi tol tersebut lahan pertanian aktif.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Tasikmalaya Munir Setiawan menjelaskan tiga kecamatan yang rencananya dilintasi tol, yaitu Mangkubumi, Kawalu dan Tamansari, dominan lahan produktif.

“Pasti ada dampak pengurangan lahan pertanian produktif. Maka perlu disiasati, bukan mengganjal pembangunan tapi Pemkot atau pusat beli lahan pengganti,” kata Munir kepada Radar, Selasa (8/10).

Menurutnya, saat ini pasokan komoditas pangan untuk daerah masih ditopang daerah sekitar, terutama dalam memenuhi kebutuhan beras.

“Kebutuhan beras Kota Tasikmalaya yang mencapai 54.173 ton per tahun, tentunya harus diimbangi dengan produktivitas petani daerah agar tidak terlalu bergantung pasokan luar,” kata Munir memaparkan.

Sehubungan Pemkot tengah menggodok Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), ia menyarankan perlunya pemetaan kondisi eksisting dengan peta yang ditetapkan Pemkot. Sebab, ia yakin banyak wilayah yang semula sudah diplot sebagai lahan pertanian beralih fungsi menjadi bangunan.

“Ini harus dipikirkan, kita harap ada solusi. Hadirnya tol menjadi berkah bukan membawa musibah daerah terutama bagi petani,” harapnya.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim mengakui masyarakat menyambut baik rencana tol melintasi Kota Tasik. Hanya, kata dia, harus dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah sehingga bisa menangani solusi berkurangnya lahan pertanian produktif.

“Kondisi saat ini lahan pertanian terus berkurang, nanti ditambah lagi terkurangi oleh tol,” ucapnya.

“Ini menandakan kebutuhan pangan kita ke depan semakin meningkat harus disuplai oleh daerah lain. Padahal Kota Tasik ini dikenal sebagai daerah agraris. Nenek moyang kita adalah petani,” kata politisi Gerindra tersebut.

Terpisah, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengakui adanya pengurangan luasan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan untuk lintasan jalur bebas hambatan.

“Memang kurang lebih 500 hektare lahan pertanian yang akan digunakan untuk jalur tol dan melintasi wilayah kita. Tapi itu tak masalah karena demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Budi sampai saat ini masih menunggu fiksasi rute tol. “Gambarannya memang sudah ada, detilnya seperti apa kita masih menunggu informasi lanjutannya dari pihak pusat dan provinsi. Karena proses trase-nya juga harus finalisasi sampai fiks. Mulai dari pengukuran dan penentuan batasnya hingga dipatok itu berarti sudah pasti,” kata dia memaparkan.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tasikmalaya Medi Hendrawan menuturkan hal serupa. Menurutnya, dinas belum merinci dari 500 hektare lahan pertanian tersebut apakah merupakan lahan milik Pemkot, masyarakat atau Perhutani.

“Kami belum merinci secara detil. Saat ini progresnya masih pembebasan lahan di Gedebage sampai dengan Majalaya,” tuturnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.