Harus Teliti saat Usulkan Formasi CPNS

274
0
Loading...

BANJAR – Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi menyoroti soal lulusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang tidak diloloskan dalam proses verifikasi berkas calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dadang pun meminta Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Kota Banjar teliti.

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar pun diminta mengambil kebijakan yang adil. Tidak merugikan salah satu pihak dalam pendaftaran CPNS.

“Silakan panitia harus teliti, jika di Kabupaten lain bisa di Banjar kenapa nggak bisa. Saya selaku ketua dewan perwakilan rakyat menyarankan pemkot kembali menelaah aturan tersebut,” ujarnya Senin (30/12).

Jangan sampai, kata dia, nanti keputusan atau kebijakan yang diambil merugikan sebagian pendaftar. “Apalagi kalau jumlah pendaftar dari lulusan PGMI ini banyak, kan kasihan juga,” kata Dadang.

Pemerhati pemerintahan Sidik Firmadi menyebut tidak memenuhi syarat (TMS)-nya lulusan PGMI dalam mendaftar CPNS merupakan bentuk ketidaktelitian dan ketidakhati-hatian Pemerintah Kota Banjar dalam mengusulkan formasi CPNS dan persyaratannya. Seharusnya, kata dia, pemerintah kota lebih teliti dan mengecek segala peraturan sebelum mengusulkan formasi CPNS dan persyaratannya.

“Saya berharap ke depan hal seperti ini tidak terulang lagi, sehingga tidak ada lagi komplain dari para pelamar atau pendaftar,” katanya.

Sementara itu, salah satu pendaftar CPNS lulusan PGMI Nur Imansyah memandang kejadian itu sebuah kerugian bagi alumni lulusan PGMI. Ia khawatir, jika ada unsur diskriminasi, perkuliahan jurusan PGMI yang berbasis agama sepi peminat.

Loading...

“Jika ini dibiarkan, saya khawatir peminat perkuliahan jurusan yang berbasis agama akan menurun, sehingga awal akhirnya kerugian akan dirasakan bersama, karena kurangnya pengajar atau lulusan jurusan agama di setiap daerah. Banjar yang berbasis agama Islam harus benar-benar memperhatikan pengaruhnya ke depan. Ini benar-benar harus jadi perhatian bagi seluruh elemen supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari,” kata dia.

Pendaftar lainnya Dewi akan berlapang dada jika semua daerah tidak menerima lulusan PGMI. Catatan penting, kata dia, prodi perkuliahan PGMI/SD di perguruan tinggi akan sepi peminat.

“Tapi kalau kota/kabupaten lain menerima sedangkan di Banjar tidak menerima, maka itu seolah bentuk diskriminasi,” ujarnya.

Pendaftar pun berharap berkas mereka direvisi kembali Panselda dan diloloskan untuk mengikuti tes dalam tahapan seleksi CPNS selanjutnya.

“Ya Allah apakah ini bentuk diskriminasi. Di kala kota dan kabupaten lain menerima, tapi di Banjar tidak menerima padahal sudah diperbolehkan oleh Kemenpan. Kami sedih karena kesempatan CPNS ini harus terjegal oleh alasan yang seperti ini,” ungkap Dhea Silvana Lestari, salah satu pendaftar yang mengambil fomasi guru kelas SD.

Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana belum menanggapi panjang lebar persoalan tersebut. Ia hanya mengakui sudah mendapatkan pengaduan. “Iya kang, saya juga menerima keluhan mereka kemarin,” kata Nana.

Diberitakan sebelumnya, puluhan pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) lulusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di Kota Banjar kecewa. Impian mereka menjadi PNS atau ASN pupus setelah tim Panitia Seleksi Daerah (Panselda) CPNS Kota Bajar menyatakan mereka tidak memenuhi syarat (TMS). (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.