Beranda Kota Tasik Harus Transparan Agar Tak Mubazir

Harus Transparan Agar Tak Mubazir

53
BERBAGI

20 Tokoh yang Masuk
KPD Harus Profesional
CIHIDEUNG – Perekrutan orang-orang yang akan menjadi anggota Komite Perencanaan Daerah (KPD) harus transparan. Jangan sampai 20 tokoh yang terpilih menjadi bagian dari wadah bentukan Pemkot ini hadir karena faktor kedekatan.
“Dalam perekrutannya harus profesional. Jangan berdasarkan ke­dekatan. Bahkan indikator yang menunjukkan seseorang itu dikatakan profesional atau ahli di suatu bidang, bila perlu dimunculkan dan jadi per­syaratan,” ujar Ustaz Maman Su­rat­m­an, tokoh Tasikmalaya Minggu (1/4).
Pengisian KPD dengan orang-orang yang profesional di bidangnya, tidak akan membuat wadah tersebut mubazir. “Hasil penilaian harus objektif. Orang yang nanti duduk di sana ahli di bidang masing-masing. Berkompeten sesuai dengan apa yang dibutuhkan pemerintah saat ini dalam menjawab persoalan,” tutur Pimpinan Ponpes Ihya Assunah, Paseh, Cihideung ini.
Secara pribadi, Ustaz Maman, menyambut kehadiran KPD. Karena niat pemerintah ingin merespons cepat persoalan masyarakat untuk dikaji dalam lembaga itu.
Sehingga rancangan pembangunan lebih tepat guna. Tepat sasaran dan persoalan tidak seolah dibiarkan. Untuk itu, Ustaz Maman berkomitmen mengawal kinerja KPD agar bisa dirasakan masyarakat.
“Kita lihat saja kinerjanya nanti apakah harus diapresiasi atau dievaluasi. Kalau jauh panggang daripada api, kenapa harus dipertahankan,” terang Ustaz Maman.
Pemkot, kata Ustaz Maman, tentunya sudah matang saat merencanakan membentuk KPD. Tidak asal dibentuk.
“Kita khusnudzon. Selama sesuai dengan apa yang dicita-citakan pemerintah dalam menampung aspirasi atau persoalan publik. Jangan saja nantinya ada muatan terselubung, sebab akan diuji keberadaan dari lembaga ini saat nanti terbentuk,” ungkapnya.
Di sisi lain, Praktisi Kesenian Tasikmalaya Kepler Sianturi memprediksi KPD malah memperumit kondisi saat ini. Mengingat nantinya di dalam KPD hadir beragam elemen masyarakat, termasuk seniman ataupun budayawan.
“Kalau aspirasi para seni-budayawan itu kan sudah ada lembaga Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) sebagai representasi para pelaku seni. Nantinya tupoksi (tugas, pokok dan fungsinya, Red) KPD saya prediksi tumpang tindih,” paparnya.
Sekretaris DKKT itu pesimis kehadiran KPD dapat berjalan efektif. Bahkan menyayangkan mengalokasikan anggaran dengan membentuk lembaga baru, bukannya mengoptimalkan lembaga yang sudah jelas tugas dan fungsinya dalam menangani atau melayani suatu persoalan di masyarakat.
“Kalau wadah baru ini lebih ke substansi suatu persoalan, misal tim untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi rumah tidak layak huni, oke saja. Tetapi kalau lembaga baru dengan segala urusan, itu mau seperti apa?” tanyanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, sebelumnya, tetap akan menggulirkan rencana program pembentukan Komite Perencanaan Daerah (KPD). Selain sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2018, program itu dianggap sangat dibutuhkan.
“Tidak perlu ada yang dikhawatirkan. KPD itu nantinya menghimpun tenaga expert dari beragam bidang. Tujuannya menguatkan rencana pembangunan ke depan,” ujar Wali Kota Tasikmalaya drs H Budi Budiman saat ditemui di Solo, Rabu (28/3).
Menurutnya, KPD menghimpun beragam elemen masyarakat untuk mencurahkan ide, gagasan dan mendiskusikan persoalan di tengah masyarakat. Diyakini beragam pemikiran di bidang masing-masing bisa memberikan solusi dari persoalan pembangunan yang terjadi. Di samping pemkot juga memiliki rancangan arah pembangunan tersendiri yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Daripada ide gagasan bagus dituangkan atau diramaikan di medsos, lebih terarah disalurkan dalam kanal ini. Di mana nantinya dapat menjadi rekomendasi bagi kami dalam merencanakan pembangunan,” tegasnya.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan menambahkan kehadiran KPD tidak akan tumpang tindih dengan kanal aspirasi atau rencana pembangunan lain seperti Musrenbang ataupun Reses DPRD. (igi)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.