Hasil Audiensi di Komisi III, Pengembang Tulip RSUD Siap Perbaiki Kekurangan

47
0
Loading...

BUNGURSARI – Kisruh pembangunan proyek Gedung Tulip RSUD Dr Soekardjo memasuki babak baru. Jumat (12/7), Manajemen Konstruksi (MK) dan pengembang Tahap II Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo dan Kuasa Hukum RSUD dr Soekardjo, duduk bersama dalam audiensi yang dipimpin Komisi III DPRD Kota Tasik.

Hasilnya, pengembang siap memperbaiki berbagai kekurangan yang dinilai pihak RSUD belum lengkap. Namun, pengembang dab MK memastikan apa yang akan dipenuhi itu sesuai dengan kontrak kerja dan RAB.

“Kesimpulannya pihak rekanan telah ada kesanggupan untuk memperbaiki meskipun masa pemeliharaan sudah habis, tapi itu masih bisa dilakukan,” ujar Ketua Komisi III, Heri Ahmadi kepada radartasikmalaya.com usai audiensi.

“Kedepannya memang yang harus kita bangun adalah komunikasi antar instansi. Termasuk di kita juga jujur kekurangan tenaga teknik sipil terkait dengan hal ini,” sambung politisi asal PKS itu.

Disinggung bagaimana dengan temuan 19 item dalam hasil Sidak pihaknya belum lama ini yang diduga terjadi miss komunikasi, kilah dia, dirinya hanya menyampaikan apa yang menjadi keinginan pihak RSUD. “Itu kan keinginan rumah sakit dan saya sebagai wakil rakat telah duduk bersama dan melakukan klarifikasi,” kilahnya.

Sedangkan MK II Proyek Gedung Tulip, Nanang Nurjamil, mengaku setelah diklarifikasi apa yang menjadi 19 item dalam hasil Sidak itu ternyata adalah bukan yang seharusnya dikerjakan pihaknya. Karena memang tidak ada dalam kontrak dan RAB.

“Itu yang 19 item adalah kekurangan yang harus dilengkapi untuk di lantai IV dan V. Dan seluruhnya telah kita rangkum serta usulkan dan harus dilengkapi di dua lantai tersebut untuk pekerjaan lanjutannya. Totalnya ada 39 item dan itu sampai finish. Tapi itu memang tak ada dalam kontrak kerja kami,” tuturnya.

Loading...

Sedangkan menurut secara teknis, ruang Tulip itu memang belum layak dipergunakan. Terlepas dari aspek sosial dan lainnya. “Jadi kesimpulannya untuk yang bisa dikerjakan oleh kontraktor sesuai kesepakatan PPTK ya saya telah perintahkan kerjakan dan tuntaskan serta sesuai dengan kontrak juga gambar RAB,” jelasnya.

Terpisah, Kuasa Hukum RSUD Dr Soekardjo, Taufik Rahman menandaskan, apa yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) dari pengembang memang sudah seharusnya dituntaskan. Karena pihaknya jelas-jelas sebagai pengguna. “Termasuk pipa air panas harus sesuai dengan standarnya. Karena kami khawatir kedepannya jika tak sesuai standar,” pungkasnya. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.