Hasil Lab Sample Permen yang Diduga Sebabkan Kematian Bocah SD di Ciamis Segera Keluar

92
0

CIAMIS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis telah mengirimkan sampel permen ke Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Tasikmalaya.

Diperkirakan hasil pemeriksaan terhadap makanan yang dicurigai menjadi penyebab keracunan itu keluar. Nantinya akan jelas apakah keracunan di Ciamis yang menyebabkan satu anak meninggal itu bersumber dari premen atau makanan lain.

Baca juga : Anjing Liar Gigit 2 Siswa SDN Kepel Cisaga Ciamis

“Jadi pastinya nanti setelah keluar dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Red), apakah benar dari permen atau bukan (diketahui, Red),” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis dr Yoyo kepada Radar, Jumat pagi (4/9).

Yoyo berharap hasil pemeriksaan sampel permen itu cepat keluar agar bisa diketahui penyebab keracunan hingga menyebabkan satu anak meninggal itu.

Dia juga berpesan kepada semua pihak, termasuk orang tua dan penjual makanan untuk bersama-sama menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Loading...

“Saya imbau kepada semua agar selektif juga bila anaknya jajan jangan sembarangan, pilihkan jajanan yang kualitasnya bagus,” imbaunya.

Kepala Loka POM Kota Tasikmalaya Jajat Setiapermana mengaku sudah menerima informasi soal dugaan keracunan di Ciamis tersebut. Pihaknya juga menurunkan tim ke Kecamatan Sadananya,

Ciamis. Di sana, pihaknya bersama Puskesmas Sadananya mengumpulkan data-data terkait kasus keracunan itu. Kemudian hasilnya ditembuskan ke Dinas Kesehatan Ciamis.

Sampel permen-permen itu didapatkan dari warung di sekitar rumah korban. “Kita lagi lakukan analisis epidemiologi,” ujarnya.

Meski sampel yang diperiksa belum lengkap, tetap sampel permen harus diuji di laboratorium. Itu untuk memeriksa keamanan dan mutu produk itu.

“Makanya sampel yang diserahkan oleh Dinkes Ciamis kepada kami sekarang lagi diuji di laboratorium di Bandung,” paparnya.

Jika dilihat dari produk permen itu, kata Jajat, permen tersebut sudah memiliki izin edar dan registrasi dari Badan POM.

“Kalau punya izin edar artinya sudah melalui tahapan-tahan evaluasi, terkait keamanan produknya dan mutu produknya, termasuk sarana produsennya juga,” ujarnya. “Memang saat sudah saat beredar, kita melakukan pemantauan juga,” tambahnya.

Menurutnya, Loka POM juga memeriksa produk yang sudah beredar terkait keamanan dan mutunya. Itu juga akan dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan kepada anak-anak itu.

“Kita lihat misalnya dari mulai terakhir konsumsi permen sampai timbul gejala itu sekitar enam jam kalau enggak salah, setidaknya sore baru gejala munculnya malam, lumayan lama. Itu enam jam bisanya itu dari mikrobiologi serta katanya makan permennya banyak,” ujarnya.

Baca juga : Kakek Warga Tugusari Pamarican Ciamis Tenggelam di Sungai Ciputrahaji

Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab dugaan keracunan tersebut. Karena harus menunggu hasil uji laboratorium.

“Sekarang kami juga belum bisa memastikan, namun hasilnya kita usahakan secepatnya. Kita selalu koordinasi dengan Balai POM, kalau hasilnya keluar bisa ditindaklanjuti,” paparnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.