Hasil Rapid Test Reaktif, 14 ASN Pemkot Banjar Langsung di-Swab Test

93
0
TEST SWAB. Seorang ASN dari Dinas Sosial P3A Kota Banjar menjalani swab tes di kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Banjar, Selasa (30/6). Cecep herdi / radar tasikmalaya
TEST SWAB. Seorang ASN dari Dinas Sosial P3A Kota Banjar menjalani swab tes di kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Banjar, Selasa (30/6). Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Empat belas aparatur sipil negara (ASN) dan empat tenaga kontrak dari tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) reaktif rapid test menjalani pengambilan sampel lendir untuk di-swab test di Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Mereka merupakan pegawai dari tiga OPD yakni Dinas Sosial P3A, Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana dan dari Dinas Pemberdayaan Masyarat Desa Kesbangpol Kota Banjar.

“Jumlah yang dilaksanakan rapid test sebanyak 90 orang dari PKH Dinsos, Dinas KB dan Kesbangpol. Hasilnya 18 orang reaktif. Kemudian kita lanjutkan swab test terhadap pegawai yang reaktif rapid test ini, untuk melihat apakah yang reaktif ini positif atau negatif Covid-19,” kata bagian pelayanan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Budi Hendrawan saat menggelar swab test di kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banjar, Selasa (30/6).

Baca Juga : Pemkot Banjar Siapkan Swab Test untuk Karyawan Pabrik

Ia mengatakan ada beberapa pegawai yang reaktif rapid test tersebut mengeluhkan akan terserang flu. Pihaknya juga telah menyarankan untuk tiga OPD itu agar menginstruksikan pegawai yang reaktif rapid test menjalani isolasi mandiri dengan pemantauan dari wilayah puskesmas dan OPD-nya masing-masing.

“Ada empat orang yang mau terserang gejala pilek (flu), kita pantau terus. Kalau seandainya tiga hari ke depan masih keluhan, maka ada tindak lanjut isolasi di RA Asih Husada sesuai SOP. Kenapa di Asih Husada, itu sesuai SOP jika ada yang reaktif dan bergejala ringan maka di isolasi di sana (Asih Husada, Red),” ungkapnya.

Kemudian, tambahnya, ketika nanti hasil swab test ada yang positif, maka sesuai standar operasional prosedur (SOP) harus dirawat di ruang isolasi khusus RSUD Kota Banjar.

“Tapi harapan kita, hasil swab nanti yang akan keluar sekitar satu minggu ke depan itu hasilnya negatif semua,” ungkap Budi.

Dinkes Ambil Sampel Lendir Karyawan Pabrik

Dinas Kesehatan Kota Banjar juga melakukan swab test massal terhadap 92 karyawan dari tiga pabrik berbeda di Kota Banjar. Pengambilan sampel lendir para karyawan itu untuk memastikan kondisi di seluruh pabrik yang memiliki jumlah karyawan di atas 500 orang bebas dari penyebaran Covid-19.

“Pabrik pertama terdiri dari 70 karyawan yang kita swab secara sukarela, mereka gabungan dari dua pabrik yakni PT Sung Chang dan PT Bina Karya Sejahtera (BKS). Sementaa 22 karyawan lagi diswab di tempat terpisah yakni di pabrik PT Sandy Persada,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banjar dr Agus Budiana Selasa (30/6).

Baca Juga : Asosiasi Sukwan PGRI Kota Banjar Ngadu ke Dewan, Ini Tuntutannya..

Sementara Direktur PT Sandy Persada Yana Bachyan mengatakan ada 500 karyawan di perusahaannya. Kata dia, jika kuota alat swab mencukupi, pihaknya tidak keberatan untuk diambil sampel untuk swab test.

“Kita mendapatkan jatah sebanyak 20 alat rapid test, ya tergantung Dinas Kesehatan kalau mau swabnya 30 orang, 50 orang, 100 orang silahan. Karena karyawan kita sudah siap diswab,” ungkapnya. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.