Hasil Studi Banding Dewan Kota Banjar Dipertanyakan, HMI Minta Transparan Anggaran

131
0

BANJAR – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banjar mendatangi kantor dewan, Selasa (21/1). Mereka menuntut tiga persoalan pasca seluruh anggota dewan studi banding ke pulau Dewata, Bali.

“Pertama kami meminta seluruh anggota dewan dari komisi I, II dan III menyampaikan hasil studi banding yang dilaksanakan mulai 15 sampai 17 Januari di pulau Bali tersebut. Kedua DPRD harus transparan terkait penggunaan anggaran untuk studi banding. Ketiga kami menuntut agar DPRD Kota Banjar segera merealisasikan hasil studi banding itu baik dalam mendukung percepatan pembangunan maupun produk-produk aturan seperti perda,” kata Ketua HMI Kota Banjar Ramdhani bin Rasikun kemarin.

Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Kota Banjar Budi Nugraha berencana mendatangi Inspektorat guna meminta audit penggunaan anggaran studi banding.

Baca : Uji Alir Air Baku Balokang Patrol Kota Banjar Dinilai Gagal

“Kami disarankan bapak dewan yang terhormat tadi (kemarin, Red) untuk ke Inspektorat kalau ingin mengetahui anggaran yang digunakan untuk studi banding itu. Kami meminta juga sekretaris dewan (sekwan) untuk hadir dalam audensi tapi nggak ada, kami ingin transparansi anggaran disampaikan ke publik,” kata dia.

Anggota Komisi I DPRD Banjar Husin melaksanakan studi banding ke Kota Denpasar tentang produk hukumnya BPMD dan tata cara alokasi dana desa dan pengelolaan keuangan desa juga pemilihan anggota BPD dan sebagainya.

“Di sana Bumdes-nya membeli seluruh produk UMK, kemudian dibeli lagi oleh Bumda di tingkat kota, kemudian dipasarkan di tingkat kota baik melalui supermarket atau minimarket,” katanya.

Kemudian selanjutnya ke Kabupaten Badung. Di sana seluruh SD diberi bantuan laptop di desa digital, kemudian pemberian beasiswa dari SMP sampai mahasiswa.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.