Hasil Swab Test di DPRD Kota Tasik, 3 Anggota & 3 Pegawai Setwan Positif Corona

517
0
ARAHAN. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat memberikan arahan pelaksanaan swab test kepada anggota DPRD Kota Tasikmalaya pada Selasa (17/11). Rezza Rizaldi/ radartasikmalaya.com

TASIK – Pasien positif Covid-19 di lingkungan DPRD Kota Tasikmalaya bertambah menjadi enam orang. Setelah tiga anggota dewan, kini tiga pegawai setwan (sekretariat dewan) dinyatakan positif Covid-19.

Dari informasi yang dihimpun Radar, hasil swab test di lingkungan DPRD telah keluar. Hasilnya, jumlah pasien positif Covid-19 menjadi enam orang.

“Ya bertambah, tapi bukan dari anggota dewan. Melainkan pegawai setwan sebanyak tiga orang,”
ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat kepada Radar, Jumat (20/11).

Adanya tiga tambahan pegawai di lingkungan DPRD yang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test massal pada Senin malam (17/11). “ Kali ini, dari pegawai (setwan, Red) ada sekitar tiga orang, kalau anggota dewan tidak ada penambahan,” tuturnya.

Sejak pelaksanaan pemeriksaan swab test, kata Uus, para pegawai setwan sudah diminta untuk isolasi mandiri. Sehingga sekretariat DPRD menurutnya bisa dinilai aman. “Kita sudah beberapa kali lakukan sterilisasi di setwan,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Agus Wahyudin mengakui belum mengetahui secara menyeluruh hasil swab test tersebut. Namun yang dia tahu, anggota DPRD semuanya negatif.

Baca juga : 10 Penambang Emas Asal Salopa Tasik Tewas Tertimbun di Kalteng, Pemkab Beri Santunan 

“Belum tahu, tapi hasilnya untuk anggota dewan semua negatif kecuali yang tiga (anggota dewan, Red) di awal,” terangnya.

Munculnya, pasien positif Covid-19 di Sekretariat DPRD memberikan dampak pada aktivitas DPRD, terhadap rencana pembahasan APBD Tahun Anggaran 2021 yang tertunda. “Ya dibatalkan jadinya (pembahasan APBD, Red),” ungkapnya.

Pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 terkait aktivitas di DPRD. Dari mulai pelaksanaan rapat dan agenda-agenda lainnya, termasuk boleh tidaknya melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. “Anggota dewan yang negatif masih bisa (kunjungan kerja),” tuturnya.

Agus menambahkan pembahasan APBD harus dilaksanakan sesegera mungkin, karena jika lewat dari agenda yang ditentukan bisa fatal. “Ini akan berpengaruh pada penganggaran roda pemerintahan. Tapi mudah-mudahan kita bisa kejar target waktu,” tuturnya.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Drs H Ivan Dicksan mengatakan pembahasan APBD menurutnya tidak ada masalah. Karena pada prinsipnya adalah protokol kesehatan. “Tadi (kamis malam, Red) kan kami juga melakukan pertemuan dengan DPRD dan TAPD,” ujarnya.

Begitu juga dengan perjalanan dinas ke luar daerah, kata Ivan, masih bisa dilakukan. Asalkan para anggota dewan bisa menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. “Mau itu zona kuning pun tetap ada potensi penularan, hanya saja kalau merah lebih rawan,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.