Hasil Swab Test di Lab Kota Tasik Bisa 4 Jam Beres

101
1
radartasikmalaya
Plt Wali Kota Tasik, Muhammad Yusuf saat melihat alat uji sample swab PCR di Labkesda Dinkes usai diresmikan, Selasa (19/01) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Guna mempercepat proses pengecekan hasil uji swab PCR Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasik mulai mengoperasikan Labkesda Bio Molekuler Dinkes Kota Tasik di Jalan Djuanda, Selasa (19/01) siang.

Plt Wali Kota Tasik, Muhammad Yusuf mengatakan, Labkesda Bio Molekuler ini sangat dibutuhkan, untuk pelayanan masyarakat yang ingin dicek swab PCR apakah hasilnya positif atau negatif Covid-19.

“Jadi kita bisa lebih cepat mengetahui hasil swab PCR. Dan ini alat bantuan BNPB yang awalnya belum lengkap. Tapi kita perlahan tambah alat lainnya dan kini sudah lengkap beroperasi,” ujar Yusuf kepada radartasikmalaya.com usai peresmian.

“Kita bangun laboratorium ini darurat awalnya, tapi akhirnya jadi permanen. Cukup lama makanya membangun ini. Dua minggu selesai dan hari ini bisa digunakan. Pelayanan kami supaya warga cepat pastikan apakah positif atau tidak dari Covid,” sambungnya.

Terang dia, dengan cepat diketahui hasil swab PCR maka diharapkan juga mempercepat proses tracing dan semakin cepat mengambil langkah antisipasi penyebaran Covid.

loading...

“Ini yang kami harapkan, karena selama ini sering lambat (mengetahui hasil swab PCR karena antre di lab Dinkes Jabar, Red), akgirnya berimbas ke penanganan dan tracing menjadi terhambat,” terangnya.

Sekarang, tambah Yusuf, tingkat kecepatan dari alat BNPB ini untuk mengetahui has cek swab PCR perputarannya 90 sample lebih.

Maka, yang mau dicek dapat diketahui lebih cepat hasilnya.

“Durasi 4 jam saja pertama. Lebih cepat lagi bisa dan jumlah lebih banyak dari mesin biasa. Ada 1 unit alatnya. Kami bersyukur BNPB memberikan bantuan alat ini,” tambahnya.

Dia berharap alat-alat uji swab PCR ini dapat dipelihara dengan baik, hati-hati saat digunakan dan bisa digunakan seoptimal mungkin.

“Dan perkembangan Corona di kita saat ini dari 1.113 kasus yang melonjak di akhir tahun 2020 ada penurunan yang reaktif. Kini tinggal 400-an kasus aktif dan zona juga kita turun jadi oranye walaupun masih PSBB proporsional,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Uus Supangat menuturkan, secara keseluruhan peralatan di Labkesda Bio Molekuler ini sudah siap dioperasikan dan kemarin Senin (18/01), alat tersebut sudah diuji hasil.

“Kualiti kontrol dan akurasi penuhi syarat sangat akurat. Tapi PCR, hasil keakuratannya kisaran 70-75 persen ke atas. Milik kita lolos kualiti kontrol. Seluruh peralatan unit PCR, ekstraksi, dan pendukung lainnya sudah terpenuhi,” tuturnya.

Selain itu, pungkas Uus, ruangan tekanan negatif sudah siap jadi tinggal alat berjalan dengan kapasitas 96-98 sample sekali jalan.

Kalau dua kali jalan 200-an sample per hari bisa diketahui hasil swab PCR-nya.

(rezza rizaldi)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.