Hasil Tak Akurat, Ketua DPRD Garut Tolak Rapid Test

141
0
Hj Euis Ida Wartiah Ketua DPRD Garut

TAROGONG KIDUL – Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Garut Hj Euis Ida Wartiah menolak untuk rapid test.

Dia menolak karena menganggap alat rapid test yang digunakan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut jelek, hasilnya tidak tepat.

Baca juga : Calon Siswa Baru di Garut Bisa Daftar Online atau Datang Langsung

“Ibu (ketua DPRD menyebut dirinya, Red) mah nggak (tidak mau di-rapid test, Red). Kalau ada yang mau (di-rapid test) silakan saja. Soalnya alat (rapid test) mau yang bagus dan akurat,” kata Euis saat ditemui di Gedung DPRD Garut Jumat (15/5).

Dia menyebut alat yang digunakan sekarang banyak bermasalah.

“Jadi mau alatnya yang bagus, semuanya bagus, yang kemarin (digunakan rapid test) itu jelek. Makanya ibu nggak (ikut rapid test),” ucapnya.

Ia juga khawatir nantinya bila diperiksa menggunakan alat rapid test yang digunakan Dinas Kesehatan saat ini malah banyak pikiran karena kesalahan alat.

“Malah saya yang sakit, karena kepikiran di-rapid test reaktif, jadi besok minta alat yang bagus,” tegasnya.

Dia menyebut banyak keluhan yang dia terima terkait alat yang digunakan oleh Dinas Kesehatan saat ini.

Ia meminta pemkab menarik semua alat rapid test tersebut. “Alat (rapid test) itu semua harus ditarik, jangan nakut-nakutin masyarakat dan buat resah,” terangnya.

Terpisah, Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengakui alat rapid test yang saat ini digunakan akurasinya rendah. Sehingga terjadi beberapa kesalahan dalam mendeteksinya.

“Seperti tujuh orang di Setda, awal pemeriksaan reaktif, tetapi diperiksa dengan merek lain hasilnya nonreaktif,” ujarnya.

Helmi menerangkan Dinas Kesehatan masih menggunakan alat rapid test merek tersebut karena rekomendasi dari Gugus Tugas Pusat. Sehingga masih digunakan sampai saat ini.

Baca juga : 29 Warga Garut Meninggal Selama Pandemi Covid-19

Sejauh ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Pusat yang merekomendasikan rapid test bermerek Viva Diag, tetapi belum ada jawaban.

“Saya setuju, kalau rapid test yang dikeluhkan ini diganti dengan yang bagus. Rapid test ini memang sudah banyak dikeluhkan hampir di seluruh daerah,” terangnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.