Hasil Tracking, Kasus Positif Corona di Kota Banjar Bertambah

327
0
AKRAB. Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra ditemui di kantornya kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
AKRAB. Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra ditemui di kantornya kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjar bertambah lagi satu orang. Penambahan tersebut berasal dari klaster anak dari tenaga kesehatan puskesmas di Kabupaten Ciamis.

Orang terkonfirmasi positif berinisial S itu berasal dari lingkungan Tanjungsukur Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman. Pasien diketahui setelah tracking oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada beberapa waktu lalu.

Pelaksana Tim Gugus Covid-19 Kota Banjar dr Agus Budiana mengatakan penambahan terjadi karena adanya kontak erat dengan pasien sebelumnya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Penambahan hari ini (kemarin, Red) sebanyak satu orang. Orang tersebut dinyatakan positif setelah mengikuti swab test dengan program tracking beberapa waktu lalu. Pasien berjenis kelamin laki-laki berumur sekitar 30 tahun,” kata dr Agus Kamis (1/10).

Baca juga : Hambat Sebaran Corona, Pemkot Banjar Gandeng Tokoh Agama

Pasien tersebut tidak memiliki gejala. Namun tetap menjalani isolasi di rumah sakit sampai hasil swab kedua dinyatakan negatif.

Loading...

“Dan kita tadi (kemarin, Red) sudah melakukan tracking kembali terhadap masyarakat sekitar yang sudah kontak erat,” jelasnya.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar H Agus Nugraha mengatakan dengan penambahan satu orang pasien positif, total hingga Kamis (1/10) pasien positif aktif Covid-19 sebanyak 11 orang.

“Karena ada yang sudah sembuh, jadi total hari ini penambahan satu orang pasien positif Covid-19 hasil swab,” terangnya.

Terpisah,Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengatakan berdasarkan hasil rakor dengan seluruh stakeholder, baik desa, kelurahan dan kecamatan untuk kembali mengoptimalkan lagi Satgas di wilayahnya masing-masing.

“Ini hanya mengenai kedisiplinan dari masyarakat. Minimal menerapkan 3M protokol kesehatan,” ujarnya.

Kata dia, 3M itu yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. “Berdasarkan kajian, baru 30 persen masyarakat disiplin prokes,” ujarnya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.