Kiprah Mujirun, Sang Pelukis Mata Uang

Hasilkan 13 Karya Mata Uang, Baru Terkenal Setelah Pensiun

8
Mujirun, Engraver Indonesia, yang melukis 13 (Tiga Belas) gambar utama uang Rupiah. Ia mengabdi di Peruri selama 30 Tahun, Beberapa Karyanya masih digunakan sampai saat ini. Photo: Faisal R Syam / FIN

Mujirun (75) tak mau disebut engraver atau pengukir gambar. Ia hanya ingin disebut pelukis gambar mata uang. Selain menggambar, pria sepuh ini wajib memberikan tanda khusus pada gambar uang kertas yang dibuatnya agar tidak dipalsukan. Berat bukan.

KHANIF LUTFI, Tangerang

Nama Mujirun tak pernah tertulis di karyanya. Padahal, hasil olahan tangannya digunakan oleh ratusan juta penduduk Indonesia. Pria asal Melikan, Bantul, Jogjakarta ini justru dikenal setelah purna tugas sebagai pelukis mata uang tahun 2009 lalu.

“Ingat, saya adalah pelukis, bukan desainer uang. Kadang orang salah mengartikan,” kata Mujirun mengawali perbincangan bersama wartawan, Rabu (5/12).

Mengawali karir di Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) 39 tahun silam, Mujirun muda harus belajar ekstra keras. Meski lolos, dari percetakan uang negara tersebut bukan langsung untuk bekerja. Ia justru harus belajar mati-matian agar dirinya tidak didepak.

Bisa dibilang pekerjaan Mujirun adalah menggambar. Tetapi bukan menggambar di atas kertas atau kanvas. Ia harus menggambar diatas plat baja seukuran uang dengan menggunakan pisau kecil. ”Alhamdulilah, akhirnya bisa lolos juga,” katanya.

Lolos menjadi pegawai Peruri, Mujirun terbang ke Swiss dan Italia. Di sana, Mujirun belajar kembali selama tujuh tahun untuk sebelum bekerja. Bukan perkara mudah tentu. Meski ia lulus dari Sekolah Seni Republik Indonesia (SSRI) di Jogjakarta, tetapi ia merasa sangat kesulitan pada saat itu.

Di ruang tengah rumahnya di Komplek Peruri, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, Mujirun menceritakan pengalaman paling menariknya, yakni saat karyanya harus diadu dengan karya engraver asal Australia.

“Saat itu yang digambar adalah Presiden Soeharto. Gambar saya nomor urut satu. Total ada lima gambar di ajukan, tetapi di setiap gambar tidak disertakan nama pembuat dan asal negara,” kata Mujirun mengingat prestasinya medio 80-an tersebut.

Tanpa disangka, Presiden Soeharto menunjuk gambar nomor satu untuk dijadikan gambar utama pada mata uang rupiah pecahan Rp 50 ribu. Prestasi itu melambungkan namanya seketika.

Sesekali Mujirun menyeruput teh hangat lalu melanjutkan ceritanya. Kali ini, membahas orsinilitas mata uang. Ada beberapa syarat tak tertulis untuk melukis gambar utama pada uang. Yang pertama adalah sebagai pengaman. Karena gambar dibuat hanya satu bagaimana orang lain bisa? dirinya saja tidak mungkin bisa menggambar yang sama dua kali.

”Setiap satu gambar utama pada uang, memerlukan waktu lima sampai enam bulan. Hal ini dibutuhkan kesabaran dan ketelitian tingkat tinggi. Dan tidak bisa salah, kalau salah ya diulang lagi itu menjadi pengaman uang itu asli atau bukan,” katanya.

Menurutnya, gambar utama pada uang memiliki sejuta makna dan manfaat. Yakni untuk mengenang tokoh pahlawan, kearifan lokal, budaya, pariwisata bahkan flora dan fauna.  “

Engraver adalah pekerjaan langka. Bahkan sangat langka. Tidak setiap negara di dunia ini punya engraver. Banyak negara-negara yang memesan gambar uang ke negara lain,” kata ayah lima anak itu.

Selama 30 tahun masa baktinya di Peruri, ada 13 karyanya yang dipakai sebagai gambar utama. Selain mata uang rupiah, ia juga pernah menggambar beberapa mata uang asing seperti Somalia dan Ethiopia.

Tidak semua ceritanya manis, ada beberapa ha­rapannya yang sampai saat ini belum juga terlaksana. Padahal, ia sempt meminta untuk menuliskan namanya di setiap karya yang ia buat. ”Tetapi apa boleh buat, usulnya saya tidak disetujui atasan,” terangnya.

Pria kelahiran Jogjakarta 26 November 1958 ini juga mempunyai cita-cita. Ia sangat ingin memiliki museum sendiri untuk menampilkan beberapa karyanya. “Rencana di Jogja. Karena kelahiran saya di sana. Saya ingin mendirikan museum Mujirun Engraver. Jadi menampilkan beberapa karya engraver. Karena perlu diakui, profesi sebegai engrafer sangat langka, bahkan di dunia,” tandasnya. (*/tgr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.