HEBAT.. Dishub Kabupaten Tasik Bagikan 18.800 Nasi Bungkus per Hari

174
0

SINGAPARNA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya sudah merealisasikan anggaran pencegahan dan penanganan Covid-19 terhadap beberapa program, di antaranya gerakan nasi bungkus (gasibu) dengan anggaran sekitar Rp 940 juta untuk 94.000 nasi bungkus yang habis selama lima hari berturut-turut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya Asep Darisman mengatakan, pembagian makanan siap saji yang diberi nama program gasibu ini dilakukan selama lima hari berturut-turut di delapan posko yang didirikan dan terminal-terminal.

Baca juga : Koni Kabupaten Tasik Bagikan Sembako ke Cabor

“Dalam satu hari bisa menghabiskan 18.800 nasi bungkus dengan total mencapai 94.000. Sasarannya awak angkutan penumpang, pedagang asongan di terminal dan masyarakat sekitar posko,” ujarnya kepada Radar, Senin (29/6).

Kata dia, kenapa membuat program gerakan nasi bungkus ini karena banyak yang terdampak akibat pandemi ini, terlebih awak angkutan dan warga di Terminal Singaparna. Apalagi dengan adanya pembatasan dan kapasitas penumpang menjadikan pendapatan awak angkutan mengalami penurunan signifikan.

Kata dia, kenapa memilih gerakan nasi bungkus, karena dari sisi anggaran pemerintah daerah pun terbatas kalau untuk program lain. Kemudian pihaknya memandang apa yang dibutuhkan hari itu juga pada saat pandemi adalah makan.

Loading...

Sehingga Dishub menetapkan untuk membuat program gerakan nasi bungkus sekaligus menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Sasarannya yang menerima selama lima hari ini ada yang masih itu-itu juga orangnya dan ada yang baru. Kemudian penumpang di terminal termasuk posko penyekatan pun mendapatkan,” ujarnya, menjelaskan.

Terpisah, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Rofik SH mengatakan, pihaknya jelas mempertanyakan efektivitas gerakan nasi bungkus ini dengan anggaran mencapai Rp 940 juta atau 94.000 nasi bungkus yang habis dibagikan dalam waktu lima hari berturut-turut.

“Kita pertanyakan seperti apa output dan pertanggungjawaban realisasi program gerakan nasi bungkus yang hampir menghabiskan anggaran Rp 1 miliar,” katanya kepada Radar, tadi malam.

Lanjut dia, pihaknya meminta Inspektorat jangan diam saja dan harus turun melakukan pengawasan terhadap setiap realisasi anggaran Covid-19.

Baca juga : Kasus Corona di Kabupaten Tasik Jadi 9 Orang dari Cibalong, Cikalong, Sodonghilir dan Leuwisari

Termasuk gerakan nasi bungkus di Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya yang menurut analisisnya jauh dari kata efektif dan efisien.

“Ya kita menanyakan seperti apa Inspektorat melihat hal-hal tersebut, kemudian verifikasi penerima dan yang lainnya haru benar-benar jelas. Sehingga bantuan-bantuan ini tidak disalahgunakan,” ujarnya, menjelaskan. (yfi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.