HEBOH Dugaan Aksi Hipnotis Jual Obat Covid-19 di Cikalang Kota Tasik, Ternyata..

83
0
radartasikmalaya
Mediasi kesalahpahaman dugaan hipnotis di Mapolsek Tawang, Rabu (06/01) lalu. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Aksi dugaan gendam atau hipnotis untuk meraup keuntungan sempat ramai diperbincangkan warga Jalan Cikalang Girang, Kecamatan Tawang, Kota Tasik.

Bahkan, Kamis (07/01) malam, beredar voice note yang suara seorang wanita tua bercerita tentang aksi dugaan hipnotis yang menimpa tetangganya hingga kehilangan uang ratusan ribu rupiah.

Dalam voice note berdurasi 1,53 menit itu diceritakan juga ada tetangganya yang sampai kehilangan perhiasan emas setelah bertemu pria yang diduga pelaku gendam (hipnotis).

Sang terduga pelaku, pria muda yang berprofesi sales itu ternyata menawarkan produk obat herbal penyembuh Covid-19 dan keliling ke rumah-rumah warga di Cikalang Girang.

Akhirnya, dia pun ditangkap warga dan diserahkan ke pihak Kepolisian.

Aparat Polsek Tawang, Polresta Tasik pun tak tinggal diam usai menerima laporan warga.

Merkea langsung melakukan pengusutan. Hasilnya, Jumat (08/01) siang menemui titik terang kesimpulan.

“Jadi hanya kesalahpahaman saja. Kejadiannya Rabu (06/01) lalu sekira pukul 10.45 WIB,” ujar Kapolsek Tawang, Iptu Yusuf Setiyanto kepada wartawan.

Terang dia, hasil pengusutan pihaknya dalam hal ini hanya kesalahpahaman antara warga dengan sales obat yang berawal dari kesaksian warga lalu didatangi R, yang merupakan salah satu sales obat herbal.

“R kemudian menawarkan obat herbal dengan harga Rp750.000. Tanpa sepengetahuan anaknya saksi dan setelah tersadar, saksi berbicara kepada anaknya telah membeli obat itu dalam keadaan tak sadar,” terangnya.

“Dan oleh anaknya sales tersebut diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian, karena merasa tidak sadar ketika membeli obat,” terangnya.

“Sedangkan untuk saksi lainnya yang mengaku sudah membeli obat dan meminumnya. Saksi ini membeli obat tersebut dengan cara ditukar dgn emas seharga sekitar Rp750.000 kepada sales A,” sambungnya.

Kapolsek menambahkan, karena merasa tidak sadar ketika membeli obat herbal tersebut, kemudian oleh warga sales A juga diamankan ke polisi.

“Lalu dilakukan musyawar dengan kesepakatan saksi uangnya dikembalikan tidak jadi membeli obat tersebut. Sedangkan saksi yang telah meminum obat itu pihak sales akan mengembalikan uang sekitar Rp400.000 dan dari pihak warga menerimanya,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.