Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.3%

8.1%

67.4%

Heboh, Paguyuban Kandang Wesi Tunggul Rahayu Garut Cetak Uang Sendiri

2368
0
istimewa CETAK SENDIRI. Uang kertas yang diduga dicetak oleh sebuah organisasi.

TAROGONG KIDUL – Sebuah organisasi yang menamakan diri Paguyuban Kandang Wesi Tunggul Rahayu membuat heboh masyarakat di Kabupaten Garut.

Paguyuban tersebut diduga mengubah lambang Negara, burung garuda, dan juga mencetak uang kertas yang bisa dijadikan alat transaksi bagi para anggotanya.

Baca juga : Kasus Positif Corona di Garut Capai 96 Orang

Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Garut Wahyudidjaya mengatakan keberadaan paguyuban ini sebelumnya juga sempat terdeteksi di Kabupaten Majalengka. Namun, memang pusat pergerakan paguyuban ini berada di Garut.

Di Majalengka, kegiatan paguyuban tersebut telah ditutup Pemkab Majalengka dan sudah tidak ada lagi kegiatan. “Kita masih inventarisir pengikutnya.

Dari dokumen yang kita dapatkan, pengikutnya ada di empat kecamatan di Garut, kemudian di Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya dan sebaran paling banyak di Majalengka,” katanya.

Keberadaan paguyuban ini sendiri, kata dia, memang sempat muncul di Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut. Namun, belakangan dihentikan setelah warga protes akan keberadaan paguyuban tersebut. Belakangan, mereka berpindah tempat ke Kecamatan Caringin dan kembali beraktivitas.

Wahyu menerangkan, pergerakan paguyuban dinilai mirip dengan pergerakan organisasi Sunda Empire yang sempat ramai jadi perbincangan banyak orang beberapa bulan yang lalu.

“Selintas ini platform-nya hampir sama dengan Sunda Empire, menjanjikan sesuatu kepada anggota, termasuk anggota yang punya utang akan dilunasi oleh ketuanya,” ujarnya.

Menurut dia, paguyuban ini sekarang menjadi perhatian karena banyak pelanggaran yang dilakukan, salah satunya mengubah lambang negara.

Selain itu paguyuban ini juga melecehkan dunia akademisi karena ketuanya mengklaim beberapa gelar dari mulai profesor, doktor, insinyur dan beberapa gelar lain di belakang namanya.

“Informasi yang kita terima dari warga Garut Selatan, ketuanya sekolahnya hanya di madrasah aliyah atau tsanawiyah,” katanya.

Untuk perubahan lambang garuda yang dilakukan paguyuban ini yakni kepala Burung Garuda dibuat menengok ke depan dan bagian kepalanya dipasangi mahkota.

Baca juga : Warga Serahkan Lutung Peliharaannya ke BKSDA Garut

Selain itu, tulisan Bhineka Tunggal Ika ditambahi tulisan “Soenata Logawa”. “Yang kita soal mengenai gambargaruda. Karena ini sebagai lambang negara dan sudah diatur dalam UU nomor 24 tahun 2009 tentang lambang negara,” jelasnya.

Sementara untuk penerbitan uang sebagai alat transaksi sesama anggota organisasi. Uang kertas tersebut bergambar foto ketua organisasi tersebut. Pecahan uang yang dicetak pun beragam, mulai dari pecahan 20 ribu, 10 ribu, 5.000 hingga 1.000. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.