Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.5%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Heboh Virus Corona di China, Eksportir Manggis Taraju Tasik Menjerit

2561
0

KABUPATEN TASIK – Wabah virus Corona yang melanda China dan sejumlah negara lainnya, membuat ekspor buah manggis yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, ikut terimbas.

Hindari kerugian yang sangat besar, para pengusaha dan petani manggis terpaksa melempar barang kualitas ekspor ke pasar dalam negeri.

Baca juga : Puskesmas se-Kota Tasik Siap Atasi Virus Corona, Ini Tips Atasi Sejak Dini

Husni Tamrin (40), salah seorang pegawai PT AFA, yang juga eksportir manggis dari Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, sejak merebaknya virus Corona pekan lalu, perusahaannya langsung terdampak dan menghentikan pengiriman ke negeri Panda itu.

“Ada pemberitahuan dari sana (China, Red) bahwa kiriman ke China jangan dulu,” ujarnya menirukan alasan pembeli, yang disampaikan kepada wartawan, Rabu (29/1).

Baca juga : Pinisepuh dan Kader Muda Golkar Dukung Iwan Saputra

Berdasarkan keterangan yang diterima perusahaannya, terang dia, wabah Corona menyebabkan aktifitas warga kota Wuhan dan sebagian besar wilayah di negara China lainnya lesu. “Infonya tidak ada aktifitas warga yang keluar rumah, sebab takut,” terangnya.

Sebagai eksportir manggis sejak 5 tahun lalu, wabah virus Corona kali ini cukup memukul perusahaannya.

Padahal selama ini progress ekspor terbilang lancar. “Apalagi barang di agen sudah banyak, kami terpaksa hentikan,” sesalnya.

Saat ini, tambah dia, jumlah kiriman ekspor buah manggis PT AFA ke China, mencapai 120 ton per bulan atau sekitar 30 ton per minggu.

“Penghentian ekspor cukup mengganggu kondisi perusahaan. Buat kami jelas rugi, sebab pegawai harus tetap dibayar, begitu pun agen yang biasa mengirim,” keluhnya.

Untuk menghindari kerugian yang cukup besar, jelas dia, akhirnya barang ekspor manggis dari Kabupaten Tasik ini, terpaksa dilempar ke pasar domestik dengan harga murah. “Daripada rugi seluruhnya, akhirnya kami jual setengah harga,” jelasnya.

Saat ini, tandas dia, harga beli manggis ekspor Tasikmalaya dihargai Rp30 ribu per kilogram.

Sedangkan setelah virus Corona menyerang, manggis hanya dijual di kisaran Rp 13-14 ribu per kilogram. “Kami berharap virus Corona ini segera pulih,” harapnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.