Henidar Amroe Akui Berstatus Janda Sejak 2010

112
0
Aktris senior Henidar Amroe akhirnya buka suara soal statusnya yang sudah janda sejak 2010. foto: instagram @henidaramroe
Loading...

TIDAK banyak yang tahu kalau aktris senior Henidar Amroe telah menyandang status janda sejak 2010. Tak hanya itu, pernikahan pertamanya dengan seorang brondong pun terbilang singkat, yaitu hanya bertahan setahun.

Henidar mengatakan dirinya “terpaksa” menikah pada tahun 2009, karena menuruti keinginan sang kakak Sayang Henidar enggan menyebut nama suaminya kala itu. Hanya saja dari sejumlah info, aktris 58 itu menikah dengan seseorang bernama Brio Al Khoir, yang usianya masih 20-an tahun.

“Lama aku menjanda, sejak tahun 2010. Banyak orang enggak tau bahwa aku berstatus janda. Karena pernikahanku hanya akad di rumah dan dihadiri oleh keluarga saja. Tetangga juga enggak ada yang diundang. Teman-teman, sahabat sekalipun tidak aku kasih tau. Aku sebetulnya (waktu itu) ragu untuk menikah. Kenapa? Banyak alasannya,” beber Henidar, Senin (8/2) lewat unggahan Instagramnya.

Lebih lanjut Henidar mengungkapkan ada sejumlah alasan dirinya kala itu ragu untuk menikah. “Pertama karena aku belum mantab menikah dengan calonku, kedua aku belum terlalu kenal dia, ketiga dia lebih muda dariku, keempat karena kerjaan dia enggak jelas, kelima dia enggak minta restu orang tuanya, keenam dia punya pacar waktu itu,” jelasnya.

“Apa ada hal yang lebih mengerikan dari status orang mau menikah dibandingkan waktu aku mau menikah?,” lanjutnya.

loading...

Saat persiapan akad itu, dirinya tetap berusaha berias diri. “Lalu aku melangkah keluar kamar menuju ruang pernikahan, aku ragu sangat ragu. Namun kakakku melotot dan mengatakan lanjutkan!

Dan aku menyesal,” kenangnya.

Namun, lanjutnya siapa yang bisa mengubah ketika takdir sudah jatuh. “Inshallah Allah ijinkan aku menikah dengan dia. Karena tidak ada 1 helai daun kering yang jatuh kebumi tanpa seizin-Nya,” tuturnya.

 

Setelah akad terjadi, Henidar pun berlaku layaknya sebagai istri sah yang harus mengabdi kepada suaminya. Mulai dari melayani, memasak, mencuci baju, bangun di sepertiga malam serta masak untuk sahur bersama. “Waktu berjalan perlahan, dan aku menyerah, aku memutuskan bahwa dia bukan yang aku inginkan untuk mengarungi perjalanan ini bersama,” ungkapnya.

Sang mantan suami, diakuinya sebagai orang yang baik, mau mengalah, membelikan makanan kesukaannya jika pulang bekerja. “Merawat aku jika aku sedang sakit, berpuasa untukku agar segera diberi keturunan. Namun aku tidak mampu bertahan, aku nyerah, aku minta pisah,” tuturnya.

“Aku menikah Oktober 2009 dan berpisah 2010 lalu. Kami resmi bercerai 2014, ketika dia sudah berstatus suami perempuan lain. Berani cerita enggak boleh sesak. Jangan tanya sekarang dia dimana?,” pungkasnya. (nin/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.