Heri Ahmadi: Namanya Sidak, Masa Kita Koordinasi Dulu

613
0
SIDAK. Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya ketika memeriksa hasil pembangunan Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo Senin (1/7). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Komisi III menyambut ajakan duduk bersama yang disuarakan perwakilan kontraktor pelaksana dan manajemen konstruksi (MK) Proyek Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo tahap 2 H Nanang Nurjamil dengan pihak rumah sakit.

“Saya yang ikut melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak, Red), ya itu yang kami lihat di lapangan. Apabila mau duduk bersama silakan, kami akan jadwalkan,” ujar anggota Komisi III DPRD Wahid saat menghubungi Radar Kamis (4/7).

Soal temuan Komisi III saat menginfeksi ke lokasi Gedung Tulip tahap 2, Wahid mengatakan temuan yang disampaikan Komisi III, faktual terjadi di lapangan. Bukan hasil mengada-ada, atau sebatas menerima data inventarisasi yang diserahkan RSUD.

Poin kekurangan yang diberikan pihak RSUD terhadap Komisi III, kata politisi PKB ini, tidak lantas ditelan mentah-mentah. Para wakil rakyat itu mengkroscek secara langsung dari lantai dasar sampai atap gedung.

“Sanggahan apa pun silakan saja. Itu yang disampaikan RSUD dan yang kami lihat di lapangan,” tutur tokoh muda NU ini.

Wahid menyayangkan sikap MK Proyek Gedung Tulip tahap 2 yang seolah menyalahkan legislator menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya untuk mengawasi atau memonitor hasil pekerjaan.

“Kang Nanang (Nurjamil, Red) kan sering kritisi kami di DPRD supaya menjalankan tupoksi. Sekarang mengawasi pekerjaan, seolah disalahkan karena tidak koordinasi,” kata Wahid.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya H Heri Ahmadi menerangkan pihaknya bersyukur apabila pelaksana dan MK hendak menjelaskan secara langsung. Kaitan historis pengerjaan teknis di gedung tulip. “Kita bahagia saja ketika hendak bertabayyun. Sebab, kami tidak sembarang bicara ketika faktanya ada,” ujar Heri.

Justru, kata dia, sidak tersebut dilakukan sebagaimana tupoksi DPRD. Komisi III memastikan suatu pembangunan berjalan baik dan bisa dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.

“Ya namanya sidak, masa kita harus koordinasi dulu. Lalu malah dibilang ngawur, kan fakta di lapangan begitu,” kata politisi PKS tersebut.

Manajemen konstruksi (MK) proyek Gedung Tulip tahap 2, H Nanang Nurjamil, sebelumnya, mengklarifikasi berkaitan dengan adanya 19 kekurangan hasil pekerjaan proyek tersebut yang diinventarisasi pihak RSUD dr Soekardjo.

“Kita menyesalkan harusnya ketika hendak memeriksa, koordinasi ke kami selaku konsultan MK atau dari pihak kontraktor pelaksana, supaya tidak menjustifikasi tanpa keterangan teknis,” tuturnya saat menggelar konferensi pers di depan Gedung Tulip, Rabu (3/7). (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.