Presiden Mengenang Kalimat Sutopo Purwo

24
0
KENANGAN. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho (kanan) bersama Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Sutopo meninggal di Rumah Sakit Hospital, Guangzhou, Cina, Minggu (7/7) . FOTO: DOK / FIN
Loading...

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah, Bapak Sutopo Purwo Nugroho di Guangzhou, menjelang dini hari tadi,” tulis Presiden Jokowi dalam akun resmi Instagram-nya pada kemarin (7/7).

Sutopo, yang namanya masuk dalam daftar Asians of the Year 2018 oleh The Straits Times, diketahui berpulang dalam usia 49 tahun di Guangzhou, Tiongkok, saat menjalani perawatan kanker paru-paru yang dideritanya.

Presiden menyebut hingga menjelang tutup usia, Sutopo masih menunjukkan dedikasinya bagi negara dan masyarakat dengan tetap mengabarkan informasi terkini mengenai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Sampai menjelang akhir hayatnya sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ia mengabarkan dengan cepat kejadian bencana alam (seperti) gempa bumi, longsor, tsunami, atau kebakaran yang terjadi di pelosok negeri agar kita waspada dan tidak kebingungan,” tulis Presiden Jokowi.

Ada satu kalimat darinya yang begitu dikenang oleh Presiden Joko Widodo. Suatu ketika, Sutopo pernah menuliskan bahwa hidup itu bukan soal panjang atau pendeknya usia, namun seberapa besar kita dapat membantu orang lain. “Dan ia mengamalkan kalimat itu dengan baik,” lanjut Kepala Negara.

Presiden yang pada Oktober 2018 pernah bertemu langsung dengan Sutopo di Istana Kepresidenan Bogor berharap agar segala dedikasi dan amalan beliau semasa hidup diterima di sisi Allah SWT. Adapun bagi keluarga yang ditinggalkan, ia mendoakan agar senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran.

Loading...

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan menyempatkan diri melawat almarhum Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di sela kunjungan kerjanya di Guangzhou, Cina, Minggu.

Luhut melawat mendiang setelah mendapat kabar duka berpulangnya Sutopo yang meninggal dunia sekitar pukul 02.20 Minggu dini hari di St. Stamford Modern Cancer Hospital. Luhut langsung menuju rumah sakit tempat almarhum dirawat dan bertemu dengan istri almarhum Retno Utami Yulianingsih dan kakak ipar almarhum Nurzuama.

“Saya sering berinteraksi dengan Pak Sutopo saat saya urus kebakaran hutan tahun 2015, beliau orang baik,” kata Luhut kepada Retno. Luhut juga meminta kepada Konsul Jenderal RI di Ghuangzou Gustanto untuk mengurus segala keperluan pemulangan jenazah ke Tanah Air.

Terpisah, Konsul Jenderal RI di Guangzhou Gustanto turut mengantar pemulangan jenazah Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho ke Indonesia, Minggu (7/7) sore.

Gustanto bersama istri almarhum, Retno Utami Yulianingsih, ikut berada penerbangan yang sama dengan jenazah. Jenazah Sutopo diangkut pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-899 yang bertolak dari Bandar Udara Internasional Baiyun di Guangzhou pada pukul 15.45 waktu setempat (14.45 WIB).

Pesawat komersial tersebut diperkirakan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada hari yang sama sekitar pukul 20.30 WIB. GA-899 merupakan jadwal penerbangan pertama Garuda Indonesia dari Guangzhou pada Minggu untuk penerbangan langsung ke Jakarta.

Sutopo menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam perawatan di Guangzhou St Stamford Modern Cancer Hospital, Minggu, pukul 02.20 waktu setempat (01.20 WIB). Sutopo telah berada di Guangzhou sejak 15 Juni 2019 untuk menjalani perawatan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

Setibanya di Indonesia, jenazah direncanakan dibawa ke rumah duka di Raffles Hill Blok i6, No.15, Harjamukti, Cimanggis, Sukatani, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, untuk kemudian dimakamkan di Boyolali, Jawa Tengah.

Saat tutup usia, Sutopo didampingi istri, keluarga terdekat dan komunitas warga Indonesia di Guangzhou. Seluruh proses pemulangan jenazah Sutopo, termasuk koordinasi dengan pihak rumah sakit dan Bea Cukai China, dipimpin dan disaksikan langsung oleh Konjen Gustanto dan jajaran KJRI Guangzhou.

Lazimnya, proses pemulangan jenazah dari China ke Indonesia membutuhkan waktu paling cepat tiga hari. Namun proses pemulangan jenazah Sutopo bisa dilakukan dalam satu hari. (ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.