Hidupkan Lagi Permainan Tradisional

6

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Ratusan guru Taman Kanak-kanak Alquran (TKA) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) se-Kecamatan Tamansari mengikuti kegiatan permainan tradisional tempo dulu di Halaman Kantor Kecamatan Tamansari Kamis (13/9). Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dengan komunitas Icikibung Kaulinan Barudak.

Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Tasikmalaya Heryanto Rusydiansyah SHI menuturkan, guru yang merupakan elemen pen­ting dalam pendidikan harus terus mengembangkan kreatifitasnya, salah satunya dengan mengikuti permainan tradisional.

“Ini menjadi hiburan sekaligus pelatihan keterampilan, karena secara tidak sadar guru diajak untuk berfikir, aktivitas fisik dan bergembira. Jadi ini bagus untuk meningkatkan semangat dalam menjalankan tugasnya di sekolah,” ujar Heri saat diwawancara Radar, Jumat (14/9).

Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) BKPRMI Kecamatan Tamansari Agus Marwan A SPdI menuturkan, selain mengasah kreativitas, kegiatan ini pun sebagai upaya dalam melestarikan kembali permainan tempo dulu yang saat ini sudah banyak dilupakan.

“Kalau dilihat dari filosofinya, pemainanan tradisional ini banyak sekali manfaatnya, seperti kebersamaan, teamwork, toleransi, kejujuran dan yang paling utama adalah sosialisasi dengan sesama,” terang Agus.

Dia mengatakan, banyak permainan yang dimainkan dalam kegiatan tersebut diantaranya oray-orayan, bangbang kalimalima gobang, pecle, engkrang, congklak, sapintrong, gatrik, damdaman, cingciripit dan lain-lain.

“Permainan tradisional ini bisa menjadi bahan ajar bagi guru-guru TKA atau TPA. Sehingga saat menyampaikan pelajaran bisa diselingi dengan permainan yang sederhana namun banyak makna. Dengan begitu, tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak jenuh,” ungkapnya.

Yang paling terpenting dalam kegiatan ini, tambah Agus, melalui per­mainan tradisional ini bisa mengem­balikan jati diri anak. Terlebih di era globalisasi ini anak banyak terkontaminasi dengan budaya luar. Diharapkan anak-anak bisa memelihara kearifan lokal.

“Makanya kami membina guru untuk menguasai permainan tradisional agar bisa ditularkan kepada peserta didik. Mudah-mudahan menjadi bagian dari pendidikan karakter anak,” ujarnya. (ais)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.