Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Hilang 8 Jam, Ibunda Kapok

63
0
BERAKTIVITAS. Yumazada Zaira didamping ibunya Heaty Karani saat ditemui di kediamannya kemarin (9/10).

Ibunda Yumazada Zaira, Heaty Karani sudah lega, anaknya yang sempat dibawa pria asing hampir seharian itu kini sudah kembali ke pangkuannya. Pengalaman ini mengingatkannya supaya lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya.

Saat ditemui di rumahnya, Rabu (9/10) Heaty sedang menerima tamu. Pasca kejadian kemarin beberapa kerabat banyak berdatangan untuk menengok Yuma, anak yang sempat diculik.

Heaty sangat bersyukur, secara fisik anaknya sehat walafiat tanpa ada luka sedikit pun. Meski, sementara ini anak bungsunya itu belum kembali bersekolah. “Dari TK juga menyarankan istirahat dulu,” ungkapnya.

Dijelaskan Heaty, anaknya tidak tahu ke mana saja dia di bawa.

Yuma hanya bilang bahwa dirinya beberapa kali naik turun angkutan umum. “Sempat istirahat di saung, hanya istirahat saja,” ujarnya.

Selama bersama pelaku, kata Heaty, Yuma tidak mendapatkan kekerasan. Hal itu dikuatkan oleh hasil pemeriksaan medis, dimana tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan. Namun pengakuan pelaku yang memberi makan dan jajan kepada Yuma adalah kebohongan. “Katanya enggak dikasih makan enggak dikasih minum,” ungkapnya.

Disinggung soal pelaku yang sudah ditangkap, Heaty enggan berkomentar. Ibu tiga anak itu menyerahkan semuanya ke aparat berwajib yang berwenang memprosesnya. “Soal itu kita serahkan ke kepolisian saja,” terangnya.

Heaty menceritakan bagaimana kronologis saat anaknya tiba-tiba hilang. Hal itu ketika Yuma pamit untuk jajan ke warung Mak Cicih yang menjadi langganannya setiap hari. “Sudah lebih dari 10 menit, dia (Yuma) enggak ada pulang,” ujarnya.

Heaty pun menyusul ke warung Mak Cicih, namun dia tak mendapati anaknya di tempat tersebut. Kemudian pencarian dilanjutkan ke beberapa warung dan menanyai warga yang dia temui.

Sampai di jalan rumah sakit, dia bertanya kepada salah seorang tukang becak dengan menyebutkan ciri-ciri dan pakaian Yuma. Dia pun kaget karena tukang becak tersebut mengatakan ada yang menuntun Yuma dan naik ke angkutan umum. “Sama tukang becaknya enggak kenal, tapi karena kejadiannya masih sangat baru jadi dia ingat ada orang yang menuntun anak saya,” tuturnya.

Semenjak saat itu, Heaty sudah yakin, anak bungsunya diculik oleh pemuda berpakaian biru. Itu dikuatkan dengan rekaman CCTV minimarket yang selintas menampilkan pemuda berpakaian biru dengan rambut pirang menuntun anak kecil. “Karena sudah jelas ada yang bawa, saya kasih tahu suami untuk lapor polisi,” terangnya.

Heaty dan keluarganya langsung sibuk melakukan pencarian. Dibantu oleh warga sekitar mencari ke berbagai tempat. Bahkan guru kegiatan TK tempat Yuma belajar pun bubar lebih cepat dan membantu mencari Yuma. “Alhamdulillah semuanya bantu, ada yang cegat setiap angkutan umum, ke terminal ke pul,” ungkapnya.

Informasi penculikan Yuma disebar ke media sosial dan grup WhatsApps dengan harapan warganet ada yang melihatnya. Beranda media sosial pun seharian itu menampilkan foto anak dan nomor kontaknya.

Beberapa nomor tak dikenal ada yang menghubunginya, informasi-informasi tak jelas berdatangan dari mulai Yuma ada di Ciamis, di Ciawi sampai di Cicalengka. Bahkan ada juga penelepon yang menghubunginya untuk sekadar bercanda dengan cara yang tak pantas. “Ada juga yang masih main-main dalam kondisi seperti itu, meskipun kesal tapi setiap yang nelepon saya respons karena butuh informasi keberadaan anak saya,” tuturnya.

Sekitar pukul 16.00, ada yang menelepon dan mengatakan Yuma berada di depan BRI Indihiang. Dia pun langsung bergegas menyusulnya, namun hasilnya kandas. Terakhir ada yang memberi tahunya di Panglayungan. “Pas dilihat fotonya memang benar, lalu saya minta share lock lalu berangkat ke sana,” tuturnya.

Sampai di Panglayungan, dia melihat anaknya tengah berdiri di pekarangan rumah ketua RT. Sudah banyak warga di lokasi itu. Anaknya terlihat linglung tanpa reaksi, lalu dia hampiri dan memeluknya. “Awalnya kayak syok, saya langsung peluk baru dia nangis,” ujarnya.

Kepada Heaty, pelaku mengaku bahwa dia menemukan Yuma di wilayah Empang. Akan tetapi, dia langsung curiga melihat pakaian pemuda itu. “Ngakunya dia nemu anak saya di Empang, tapi saya curiga karena bajunya mirip pelaku (hasil penglihatan dari CCTV, Red),” tuturnya.

Rasa lelah Heaty terbayar, anaknya yang sempat hilang sekitar 8 jam sudah kembali ditemukan. Dia pun akan lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya khususnya saat keluar rumah. “Saya kapok, mau yang dekat juga nanti mah bakal saya temani,” ungkapnya.

Terpisah, pemilik warung langganan Yuma, Mak Cicih (75) mengatakan Yuma selalu jajan ke tempatnya. Dalam sehari Yuma bisa jajan ke warungnya tiga sampai empat kali. “Memang kalau jajan pasti ke sini, enggak ke warung lain,” terangnya.

Namun Selasa pagi, kata Mak Cicih, korban tidak datang ke warungnya. Dia kaget saat Heaty datang menanyakan anaknya dan menganggapnya seolah bercanda. “Saya sampai ajak ke dalam, supaya ibunya percaya,” tuturnya.

Mak Cicih lega ketika mendapat informasi Yuma sudah ditemukan dan pelakunya ditangkap. Dia tidak menyangka bahwa aksi penculikan itu terjadi di lingkungannya. “Enggak cuma di tempat lain, di sekitar kita juga ternyata ada,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.