Hindari Corona, Jangan Makan Hewan Liar!

325
0
Virus corona di anjing sudah sejak dulu ada. Tetapi memang tidak membahayakan bagi manusia, karena selama ini baik-baik saja.” drh Siti Maemunah MP Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jabar IV

CIAMIS – Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat IV mengimbau masyarakat bisa menghindari memakan hewan liar yang bisa memicu virus corona, karena untuk asupan protein masih banyak dari hewan lain yang lebih sehat dan aman.

“Virus corona di anjing sudah sejak dulu ada. Tetapi memang tidak mem­bahayakan bagi manusia, karena selama ini baik-baik saja, termasuk tidak menutup kemungkinan di kelelawar, jadi harus dihindari,” ujar Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jabar IV yang meliputi Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran, drh Siti Maemunah MP kepada Radar, Selasa (3/3).

Baca juga : 2 Mahluk Kecil Menyeramkan Ditemukan Warga Banjarsari Ciamis Dalam Botol

“Saya sebagai dokter praktisi, selama 20 tahun untuk penyakit ini (virus corona) tidak masalah, meski saya berkontak dengan anjing. Kemudian memang wajib hewan-hewan peliharaan divaksinasi,” katanya.

Kata dia, antisipasi virus corona hampir sama dengan virus-virus lainnya. Namun, kondisi saat ini virus ini sedang ramai dan berdasarkan data banyak yang meninggal akibat virus tersebut, sehingga masyarakat merasa tinggi rasa kepanikannya.
“Pada umumnya penyakit yang disebabkan oleh virus itu tidak ada obatnya, memang seharusnya pencegahan dengan vaksinasi  saat kondisi kita lagi sehat,  sehingga membentuk kekebalan tubuh,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, memang upaya mencegah lebih baik dari mengobati. Salah satunya pemakaian masker, tapi harus satu kali pakai. Sehingga kesehatan dan kebersihannya tetap terjaga. “Kemudian pola hidup bersih dan sehat pun harus dijaga. Misalnya dengan asupan gizi seimbang dan biasakan cuci tangan sebelum makan,” katanya.

Terpisah, drh Totong Karyo menambahkan, memang ada hewan yang mengandung virus corona. Bahkan penelitian FKH IPB tahun 2010-2015 menemukan virus corona di kelelawar, maka untuk itu kewaspadaan interaksi dengan hewan liar, termasuk anjing harus hati-hati.

“Kebiasaan konsumsi hewan liar juga harus dibatasi atau alangkah baiknya tidak. Termasuk interaksi dalam pengolahan konsumsi sangat mungkin tertular.

Sebenarnya hewan liar fungsinya untuk keseimbangan ekosistem saja dan bukan untuk dikonsumsi,” jelasnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.