Hindari Korban Tewas, Polres Ciamis Razia 3.400 Botol Miras

Penjual Miras Jenis Suliwa Terancam 20 Tahun Penjara

268
RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA EKSPOS. Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso menunjukkan minuman keras hasil operasi selama dua pekan saat press release Jumat (13/4).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Polres Ciamis menyita 400 dus berisi 3.400 botol minuman keras tanpa izin jual, dalam operasi yang dilaksanakan selama dua pekan terakhir.

“Ribuan miras tersebut berhasil kami sita dan kami amankan guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas dan jatuhnya kembali korban meregang nyawa akibat menenggak miras oplosan,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso saat press release Jumat (13/4).

Selain menyita ribuan botol miras, kata dia, polisi juga mengamankan orang berinsial DY warga Kelurahan Kertasari Ciamis. Dia adalah orang yang menjual miras oplosan kepada Dodi (29), warga Saguling, Baregbeg.

Dodi tewas beberapa hari lalu setelah menenggak minuman keras jenis suliwa bersama empat temannya.

“Awal terungkapnya miras oplosan di Ciamis, terjadi pada Minggu (8/4) malam, di teras ruko Pasar Manis Ciamis. Tersangka menjual miras oplosan suliwa kepada korban. Kemudian dilanjutkan pesta miras di salah satu karokean menghabiskan tujuh botol suliwa,” ungkapnya.

Menurut dia, Dodi dan keempat temannya mendadak sakit perut pada Selasa (10/4). Karena parah, Dodi dibawa ke RSUD Ciamis dan dirawat.

Namun, dia meninggal dunia Rabu (11/4) sekitar pukul 03.00. Sedangkan empat rekannya yang lain berhasil sembuh.

Dari kejadian itu, lanjutnya, polisi melakukan visum terhadap jenazah Dodi. Beberapa saksi juga diperiksa.

Setelah itu, polisi langsung melakukan penangkapan. Dari tangan DY, polisi mengamankan sembilan botol minuman jenis suliwa.

“Semuanya yang membeli itu lima orang dengan harga Rp 500 ribu. Satu orang meninggal, yang lainnya sehat,” ungkap dia.

Dalam pengakuan kepada polisi, lanjutnya, DY mendapatkan miras oplosan dari wilayah Bandung.

Adapun keterkaitan dengan kejadian di Cicalengka, kepolisian masih melakukan pendalaman.

Akibat perbuatannya, DY dijerat Pasal 204 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Bismo mengaku telah memerintahkan semua satuan dan jajaran polsek untuk menangkap, menyita, dan menindak pelaku penjual miras oplosan.

Jangan sampai ada korban lagi di kemudian hari. “Kami pun menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan jika ada penjualan miras dan oplosan di wilayah hukum Polres Ciamis,” pungkasnya. (obi)

loading...