Hindari Narkoba, Ini yang Bisa Dilakukan Sekolah dan Pelajar

100

CIPAKU – Pemda Ciamis melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bekerja sama dengan BNNK Ciamis menggelar Sosialisai Kebijakan Bidang Bina Masyarakat, bertempat di SMP Negeri 2 Cipaku, Jalan Desa Cipaku No. 5 Cipaku Kabupaten Ciamis, Kamis (21/03)

Ade Sudia, S.Pd.I., M.M., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cipaku dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan tersebut. Sebab, sangat penting dan berarti bagi anak didiknya yang sedang menimba ilmu.

“Permasalahan narkoba sudah menjadi kehawatiran semua pihak terutama dunia pendidikan yang notabene harus menjaga dan mendidik anak untuk menjadi orang yang siap mengisi masa depan bangsa. Dengan adanya narkoba yang sering disalahgunakan menjadi perhatian khusus supaya para anak didik tidak terjerumus permasalahan narkoba,” paparnya.

Ade berpesan kepada siswa-siswi yang hadir supaya bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius. “Pahami serta harus bisa menyebarluaskan informasi kepada teman dan keluarganya masing-masing,” pintanya.

Menurut Ade Ruhiat, S.H., M.M., selaku Kasubag Bina Masyarakat Kesra Setda Kabupaten Ciamis, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba,

Sekaligus, kata dia, memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya narkoba kepada pelajar. “Mereka (pelajar, red) masih dalam masa yang cukup rentan terhadap pengaruh buruk dari luar. Seyogyanya dari awal harus diberikan pemahaman sehingga akan membentuk satu kekuatan untuk mampu menolak narkoba,” tandasnya.

Narasumber dari BNNK Ciamis, Rachman Haerudin,S.Sos., menjelaskan, permasalahan narkoba di Indonesia dilihat dari jumlah prevalensi penyalahguna narkotika yang begitu tinggi mengakibatkan Indonesia menjadi salah satu negara sasaran peredaran gelap narkotika dengan target terbesarnya dikalangan remaja.

Remaja rentan terjerat narkoba karena tiga faktor yaitu:

1. Faktor Keluarga,

Akibat kurangnya perhatian orang tua dan jarangnya komunikasi antara anak dengan orang tua, sehingga anak cenderung berkomunikasi di luar rumah dengan teman sebayanya.

2. Faktor Individu

Anak yang cendrung menutup diri terhadap permasalahan yang ada akan menimbulkan dampak putus asa akan dirinya;

3. Faktor Lingkungan

Lingkungan di luar rumah lebih rentan untuk anak melakukan hal-hal yang negatif karena kurangnya pengawasan dari orangtua.

5 hal penting yang bisa dilakukan sekolah untuk mengantisipasi masalah narkoba:

(1) Mengaktifkan satgas anti narkoba, (2) Menciptakan lingkungan bersih narkoba,
(3) Melaporkan bila ada peredaran narkoba di lingkungan sekolah,
(4) Menyampaikan pesan-pesan anti narkoba dalam setiap pertemuan/kegiatan,
(5) Membantu teman yang menjadi korban penyalahguna narkoba.

“Narkoba tidak mengenal usia, status sosial dan tidak dibatasi oleh keadaan sosial seseorang. Maka dari itu peserta pelajar yang hadir pada kesempatan ini, hendaknya ikut mengambil peran dalam mencegah dari penyalahgunaan narkoba sesuai dengan kapasitasnya yaitu, sebagai pelajar, siapkan masa depan yang gemilang tanpa harus menggunakan narkoba,” pungkas Rachman. (anshari)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.