Hindun Terima Bantuan, Walikota Tasik Minta Lurah Proaktif

112
0
Bagian Umum dan Protokol Setda Kota Tasikmalaya SALURKAN BANTUAN. Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman menyerahkan bantuan stimulan dana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Hindun (68) warga RT/RW 02/02 Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung Jumat (7/2).

CIHIDEUNG – Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman meminta kelurahan dan masyarakat proaktif. Saat ada warga kurang mampu dan layak dibantu, mereka merespons, termasuk melaporkannya ke Pemkot.

Menurut Wali Kota, Pemkot bisa me­ngu­payakan intervensi bantuan kepada warga yang membutuhkan tersebut. Pemerintah bisa melakukan beberapa langkah untuk membantu warganya.

Baca juga : Anies Baswedan Kunjungi Ponpes Miftahul Huda Tasik & Bertemu Uu, Begini Kata Ridwan Kamil

Seperti, mendorong perusahaan menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) atau melalui program rumah tidak layak huni dari zakat profesi PNS yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Karena kadang kala sudah muncul di media, saya kaget dan menanyakan ini di mana ini?” ujar Budi di sela penyerahan bantuan Program RTLH kepada Hindun (68) di RT/RW 02/02 Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung, Jumat (7/2).

Wali Kota mengaku prihatin ketika kondisi rumah Hindun sudah tidak memungkinkan untuk dihuni, namun terpaksa menjadi tempat tinggal karena terhimpit kondisi ekonomi. Apalagi pemilik rumah sudah tergolong usia lanjut yang tidak lagi produktif untuk menambah penghasilan.

“Seperti rumah Ibu Hindun ini, artinya kalau kita bisa mengurangi kesulitannya, atau memberi tambahan pendapatan karena sudah tergolong usia lanjut, minimal mengurangi bebannya,” ujar Budi.

Ketika informasi sudah masuk ke Pemkot, kata dia, tentu akan diupayakan warganya itu mendapat sentuhan program bantuan. Sebab, kata dia, meski APBD Kota Tasikmalaya terbatas, pihaknya bisa mengakses melalui cara lain, seperti dari CSR dan zakat PNS, sehingga kesulitan warga dapat tertangani.

“Bantuan yang kita salurkan ke Ibu Hindun sebesar Rp 17,5 juta, kita samakan dengan Program RTLH. Ini dari Baznas. Kalau dilihat jumlah memang tidak seberapa, tetapi tujuan bantuan tersebut stimulan supaya ada gerakan gotong royong dan peduli sesama,” kata Wali Kota memaparkan.

Baca juga : Dianggap Meninggal Sejak 5 Tahun Lalu, Perempuan Warga Purbaratu Tasik Ditemukan di Medan

Menurutnya, angka kemiskinan Kota Tasikmalaya saat ini di angka 11 persen. Artinya, kata Wali Kota, masih banyak warga Kota Resik ini yang memerlukan bantuan. Dari sisi ekonomi, termasuk bantuan hunian semacam program RTLH.

Ia berpesan selain lurah proaktif mengecek kaitan data rumah tidak layak huni dan memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan warga kurang mampu di wilayah masing-masing.

Mereka bisa melakukan pendataan melalui RT-RW maupun tokoh setempat. “Hal-hal semacam ini yang harus ada kepekaan dari Kita Pemerintah, termasuk informasi dari masyarakat yang paling penting,” kata dia.

Pada kesempatan itu, putri Hindun, Pipih mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima orang tuanya. Rumah yang sudah ditinggali sekitar 30 tahun itu, akhirnya bisa diperbaiki supaya lebih layak dan nyaman.

“Alhamdulillah ibu saya mendapatkan bantuan untuk merehab rumah yang kondisinya saat ini sudah tidak layak,” ujarnya.
Hindun (68), warga Argasari RT/RW 02/02 Kecamatan Cihideung hidup dengan ketakutan. Atap rumah yang dia tempati sudah keropos. Dia cemas rumahnya ambruk.

Di rumah berukuran sekitar 5×7 meter itu, Hindun tinggal bersama anaknya Susi Susilawati (26), yang punya gangguan mental. Kondisi anaknya itu sudah sekitar 20 tahun. Namun, dia takut untuk keluar rumah dan bersosialisasi dengan warga lainnya.

Selain anaknya, di sana juga ada Siti Maryana (20) dan suaminya Andi Mikdar (25). Dia tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai buruh bangunan. Hindun memiliki beberapa anak lain yang sesekali memberinya biaya hidup.

Lansia itu mengaku tidak mengalami masalah untuk makan sehari-hari, karena dibantu suami cucu dan anak-anaknya. Apalagi, dia penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). “Kalau untuk makan mah sama kecap juga enggak apa-apa,” tuturnya kepada Radar, Selasa (4/2).

Adapun kekhawatirannya, dia takut rumahnya yang sudah keropos, ambruk saat hujan deras. Apalagi, saat hujan, air hujan masuk ke rumah, karena genting-genting yang tidak lagi rapat. “Di kamar yang suka bocor,” katanya.

Adakah pihak pemerintah yang datang untuk membangun rumahnya? Hindun menyebutkan rumah yang kini dihuninya dibangun dengan bantuan pemerintah. Saat itu dia mendapat stimulan sebesar Rp 5 juta. (igi/rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.