Hingga Akhir Tahun, Pangan di Kota Tasik Aman

62
0
H Tedi Setiadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya
H Tedi Setiadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya
Loading...

BUNGURSARI – Pemkot Tasikmalaya memastikan ketersediaan pangan aman selama Desember sampai awal Tahun 2021.  Ketersediaan bahan-bahan pokok masih dalam kondisi surplus hingga musim panen mendatang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya H Tedi Setiadi merinci. 10 bahan pokok yakni beras, jagung, telur, daging, cabai dan lain sebagainya dalam kondisi aman. Sehingga, pemerintah mengimbau masyarakat tak perlu panic buying.

“Insya allah dengan kondisi saat ini kita pastikan aman. Apalagi, jika tidak ada kejadian luar biasa, sampai Januari tahun depan stok ketersediaan bahan pangan relatif surplus,” kata Tedi kepada Radar, Jumat (11/12).

Menurutnya berdasarkan data, komoditas beras saat ini tercatat mencapai 8.610 ton. Sementara kebutuhannya hanya di kisaran 5.048 ton saja. Ketersediaan jagung tercatat mencapai 875 ton dan kebutuhannya hanya mencapai 533 ton.

“Termasuk komoditas lain pun kondisinya tidak jauh berbeda dari beras dan jagung,” tuturnya.

Loading...

Sementara memasuki periode masa panens selanjutnya, yakni Bulan Februari dan Maret 2021. Pihaknya belum bisa memastikan, lantaran saat ini baru memasuki masa tanam. Ia berharap tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan yang mempengaruhi produktivitas pangan bagi daerah. “Misalnya banjir bandang, karena berdasarkan BMKG, curah hujan saat ini akan sangat tinggi,” ujarnya.“

Selain cuaca, serangan hama pun patut kita khawatirkan sebab berpotensi membuat gagal panen,” sambung Tedi.

Disinggung adanya ancaman krisis pangan yang terjadi di skala regional, Tedi tidak menampik hal tersebut. Namun, apabila dikaji berdasarkan data di tahun sebelumnya Kota Tasikmalaya dan sekitar, rata-rata dihadapkan persoalan musim.

Salah satunya kekeringan yang menjadi faktor kendala dalam peningkatan produktivitas pertanian dan bahan pangan. “Namun di tahun ini alhamdulillah meski pandemic, kita tidak ada kekeringan. Hama pengganggu pun persentase kendalanya tidak terlalu besar di tahun ini,” analisisnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.