Hiswana Migas Ciamis: Armada Kebencanaan Bisa Pake Solar Subsidi

54
0
ISTIMEWA ARMADA KEBENCANAAN. Armada kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis saat menyalurkan air bersih kepada warga beberapa waktu lalu.

CIAMIS – Kasus penolakan pengisian solar armada kebencanaan Tagana oleh petugas SPBU di Winduraja, Kawali, tiga hari lalu, mendapatkan komentar dari Komisi D DPRD Ciamis.

Dewan mengingatkan agar para operator SPBU memahami mana mobil pelat merah yang dilarang menggunakan BBM subsidi, mana yang dikecualikan. Seperti mobil kebencanaan, pemadam kebakaran dan ambulans.

Baca juga : Rumah Janda Ditembak 2 Pria Misterius di Banjarsari Ciamis, Ketakutan Langsung Ngungsi

“Jadi jangan sampai kejadian seperti ini memperhambat penanggulangan bencana. Pada dasarnya harus ada imbauan kepada semua SPBU, mana yang boleh dan yang tidak, jangan tebang pilih dalam pengisian plat merah,” ujar Anggota Komisi D DPRD Yogi Permadi SH di Ciamis Selasa (10/3).

Dia pun mengingatkan semua SPBU di wilayah Kabupaten Ciamis agar memahami mobil-mobil pelat merah yang boleh diisi BBM bersubsidi.

“Kalau perlu cantumkan mobil plat merah yang dikecualikan yang boleh yang mana,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Drs H Mochamad Soekiman sepakat dengan imbauan Komisi D DPRD bahwa pihak SPBU harus memahami mobil kebencanaan bisa diisi BBM bersubsidi. Termasuk, mobil damkar, ambulance, mobil Patwal Pol PP, truk sampah dan mobil tinja.

“Semua SPBU harus tahu ketentuan itu, perlu koordinasi dengan Hiswana Migas atau pihak Pertamina, sebab masalah mobil kebencanaan ini bukan masalah kecil nyangkut dengan keselamatan dan kemanusiaan.

Artinya pengecualian harus dilayani,” kata H Soekiman kepada Radar, Selasa (10/3) siang.

Sementara itu Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Satpol PP Ciamis Junjun selama pihaknya bertugas di damkar selama tiga tahun, belum pernah mendapatkan komplain anggotanya saat pengisian BBM di SPBU-SPBU. Pihaknya selalu dilayani, karena mobil pemadam sifatnya untuk sosial dan pelayanan publik. Bukan hanya itu saja lampu merah juga bisa pihaknya terobos saat akan memadamkan api.

“Jadi kalau SPBU menolak mengisikan BBM ke mobil damkar jelas ini menyangkut keselamatan jiwa, karena responsnya secara SOP (standar operasional prosedur, Red) 15 menit,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Hiswana Migas DPC Priangan Timur H Sigit Wahyu Nandika menjelaskan meski undang-undang mengenai BBM bersubsidi belum dicabut, kalau untuk membantu kelancaran penanganan bencana, tidak ada salahnya armada kebencanaan bisa diisi BBM bersubsidi.

“Sebetulnya kan secara undang-undang mengenai ketentuan BMM subsidi dan non subsidi belum dicabut, namun kalau mobil kebencanaan istilahnya ada dispensasi dalam hal ini kebijakan SPBU lokal,” ujarnya.

Mobil penanggulangan bencana yang digunakan Tagana Kabupaten Ciamis, sebelumnya, ditolak mengisi solar subsidi oleh petugas SPBU Winduraja Kecamatan Kawali. Hal itu dikeluhkan Ketua Tagana Ciamis Ade Waluya.

Ketua Tagana Kabupaten Ciamis Ade Waluya menjelaskan kronologi penolakan pengisian solar oleh SPBU Winduraja. Saat itu, Minggu (8/3), rombongan Tagana usai pulang dari Panumbangan. Mereka memberikan pemahaman kepada pelajar tentang kebencanaan.

Ketika di Kecamatan Kawali, BBM armada Tagana sudah harus diisi, namun ketika sampai di SPBU Winduraja Kawali, para petugasnya menolak mengisi solar ke mobil Tagana. Alasannya, armada tersebut berpelat merah.

Lantas pihaknya pergi ke SPBU di sekitar wilayah Alun-Alun Kecamatan Kawali. Di sana, armada kebencanaan itu bisa diisi BBM.

“Saya tidak habis pikir, kenapa masih banyak SPBU yang tidak membedakan pelat merah yang bisa diisi dan tidak boleh diisi. Padahal kan ini mobil tentang kebencanaan,” papar Ade, Senin (9/3). (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.