Hiswana Migas Kabupaten Garut Menjamin Stok Gas dan BBM Dipastikan Aman

5
Yana Taryana / Rakyat Garut PAPARAN. Ketua Hiswana Migas Kabupaten Garut Iday Hidayatulloh (kiri) bersama pengurus menerangkan terkait stok gas dan BBM menjelang libur Natal dan Tahun Baru Kamis (29/11).

TAROGONG KIDUL – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kabupaten Garut menjamin tidak akan ada kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dan BBM pada libur Natal dan Tahun Baru 2019.

“Stok gas dipastikan aman menjelang Natal dan Tahun Baru, karena pasokannya kita ada penambahan delapan persen dari jatah harian,” ujar Ketua Hiswana Migas Kabupaten Garut Iday Hidayatulloh kepada wartawan Kamis (29/11).

Iday mengatakan alokasi gas subsidi per hari untuk Kabupaten Garut sebanyak 52 ribu tabung. Dengan penambahan delapan persen, maka pasokan gas subsidi menjadi 56 ribu tabung per harinya.

“Kami dan Pertamina sudah ancang-ancang persiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru untuk menjamin ketersediaan stok gas dan BBM,” ujarnya.

Penambahan alokasi gas subsidi itu, lanjutnya, secara teori bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika terjadi kelangkaan, pihaknya juga mempertanyakan.

“Stoknya kan sudah ditambah. Kalau ada kelangkaan aneh juga. Makanya akan kami pantau,” ucapnya.

Pihaknya hanya bisa memantau pendistribusian gas sampai tingkat pangkalan. Gas yang sudah beredar di pengecer, sulit untuk dipantau.

“Di agen dan pangkalan, kami bisa pantau stok dan harganya. Kalau harga jual di agen dan pangkalan tak sesuai HET (harga eceran tertinggi), bisa kena sanksi,” katanya.

Terkait harga jual di eceran yang tak sesuai HET, Iday belum bisa mengambil tindakan. Pihaknya dan pemerintah tak bisa memberi sanksi kepada pengecer jika menjual melebihi ketentuan.

“Tapi kami usahakan setiap pangkalan bisa memantau harga di eceran. Agen ke pangkalan yang dipantau. Di luar itu sudah tak bisa dikendalikan. Sudah liar, tapi dasarnya minimalisir dengan laksanakan operasi pasar dan sistem distribusi ke pengecer,” ujarnya.

Di Kabupaten Garut, tambahnya, terdapat 814 pangkalan dan 30 agen gas. Masyarakat diperbolehkan membeli gas langsung ke pangkalan.

“Kalau pangkalan tak mau menjual langsung ke masyarakat, bisa dikenakan sanksi. Apalagi kalau jual tak sesuai HET. Bisa kena PHU (pemutusan hubungan usaha),” katanya sambil menyebut suplai gas di Garut paling rendah di Priangan Timur. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.