HMI Butuh Donatur

254
0
Hanif Millata Ibrahim (HMI)

BUNGURSARI – Beberapa mahasiswa Indonesia berkesempatan memenuhi undangan pada kegiatan Studec International, untuk mengikuti program Pemuda Mendunia Chapter Korea Selatan yang bakal dilaksanakan pada 24 hingga 29 November 2017.
Sistem setengah beasiswa yang diberlakukan dalam program tersebut mengharuskan calon peserta memenuhi kewajiban administrasi agar dapat berpartisipasi di program bertaraf Internasional ini.
Salah satu mahasiswa asli Tasikmalaya Hanif Millata Ibrahim (HMI) berkesempatan mengikuti program Pemuda Mendunia itu bersama 60 peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara. Namun apabila tidak memenuhi syarat administratif tersebut, angan-angan berpartisipasi di kancah Internasional itu terancam gagal. Jika peserta tidak membayar sejumlah sisa keuangan dari beasiswa yang diberikan Studec International.
“Pembayarannya meliputi pembiayaan program senilai Rp 6,5 juta, visa Rp 900 ribu dan tiket pesawat pulang pergi Rp 6 juta. Totalnya Rp 13,4 jutaan. Sementara batas akhir penyetoran biaya maksimal 10 November 2017. Kalau tidak memenuhi kewajiban dianggap mengundurkan diri,” papar Hanif saat dihubungi Radar, kemarin (25/10).
Menurutnya, setengah biaya program yang dibebankan kepada peserta dirasakan cukup berat. Sebab kondisi keuangan keluarga saat ini tidak memungkinkan, apalagi beberapa waktu lalu orangtuanya baru dioperasi. “Ibu saya baru dioperasi dengan cukup banyak biaya yang harus dikeluarkan keluarga. Disaat bersamaan harus ada pembayaran untuk mengikuti program ini (Pemuda Mendunia) saya rasa berat dengan kondisi keuangan saat ini,” terang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jurusan Hukum tersebut.
Putra dari aktivis Tasikmalaya, Marsidi Nadam itu mengatakan dirinya membutuhkan uluran bantuan donatur untuk mewujudkan impian tersebut. Dirinya menyampaikan apabila ada yang hendak memberikan bantuan bisa menghubungi nomor 082214555755 atau melalui Whatsapp di nomor 085798528777. “Kalau administrasi selesai dipenuhi. Saya bersama peserta lain bisa mengikuti tahap pelatihan di Jakarta pada 24 dan 25 November 2017. Kemudian berangkat ke Korea pada 26 November 2017,” ujar pemuda kelahiran Tasikmalaya 1 November 1996 ini.
Hanif menjelaskan program Pemuda Mendunia melingkupi beragam kegiatan pelatihan seperti Simposium Internasional kunjungan ke Perusahaan Samsung dan beberapa universitas, pertukaran budaya Korea Selatan dan Indonesia, serta pelatihan dan pendampingan kepemimpinan.
Sehingga ilmu yang didapatkan para peserta bisa diterapkan di Indonesia, kemudian menginspirasi anak muda lain turut berprestasi di kancah internasional. Proses seleksi agar bisa terpilih di program ini, kata dia, bukan sebatas kemampuan dan keterampilan dalam tahapan seleksi. Tetapi panitia melihat track record-nya masing-masing pendaftar. Sehingga semakin baik karya dan prestasi peserta, semakin berpeluang menjadi delegasi Pemuda Mendunia. “Mungkin karena itu juga saya bisa lolos menjadi peserta Pemuda Mendunia ini,” ujar Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor dan MA-Al Islam RHO Djonaidi Manonjaya ini.
Mengingat prestasi yang diraihnya bukan sebatas isapan jempol. Hanif menjadi inisiator sekaligus Ketua Kampoen Hompimpa Yogyakarta yang mendapatkan penghargaan di Indonesia Community Day 2017. Kemudian Juara I Lomba Pidato Bahasa Arab se-Universitas Tahun 2014, Juara II Debat Sosial se-DIY Jateng 2015, Juara I Lomba Baca Puisi se-DIY 2015, Juara II Lomba Debat Konstitusi Mahasiswa Tingkat DIY-Jateng 2016, Mahasiswa Kreatif PSKH Award UIN Sunan Kalijaga 2016 serta menjadi Delegasi Debat Konstitusi Tingkat Nasional 2017.
Secara kelembagaan pun, dirinya sempat diamanatkan sebagai Direktur Lembaga Hukum Mahasiswa Islam (LHMI) HMI Komisariat Syariah dan Hukum UIN, Wakil Direktur UKM-F Pusat Studi dan Konsultasi Hukum 2017, dan pendiri sekaligus ketua komunitas Sastra-Hukum Yogyakarta. “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Hanif. Sebab, selain prestasi akademik, sosialisasi yang dilakukan hingga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Saya bisa terus mendukung sepenuh hati yang dilakukannya,” ungkap Ayah Hanif, Marsidi saat ditemui Radar. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.